Kamis, 29 Juli 2021

La Nyala Minta Paket Obat Pasien Isoman Tidak Diperjualbelikan

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Ketua DPD RI. Foto: Kominfo Jatim

La Nyalla Mahmud Mattalitti Ketua DPD RI, meminta pemerintah daerah (Pemda) bekerja sama dengan TNI/Polri mengawasi penyaluran bantuan 300 ribu paket obat dan vitamin untuk pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri agar tidak diperjualbelikan.

“Program Paket Obat Isoman Gratis untuk Rakyat merupakan inisiasi yang baik. Sebab, Indonesia sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19. Di masa seperti ini, banyak pasien Corona yang kesulitan mendapat perawatan, apalagi banyak terjadi kelangkaan obat,” ujarnya lewat siaran pers, Sabtu (17/7/2021) dikutip dari situs Kominfo Jatim.

Menurutnya, bantuan obat dan vitamin ini akan mengurangi beban rumah sakit (RS) yang sudah kewalahan.

Dia berharap pemberian obat itu akan mengurangi angka kasus kematian pasien Corona yang melakukan isolasi mandiri.

“Untuk mendapatkan paket obat ini, masyarakat yang melakukan isoman harus berkonsultasi dulu dengan pihak Puskesmas. Artinya ada pengawasan dari tenaga kesehatan kepada pasien isoman. Cukup 547 orang saja yang meninggal saat isoman, jangan lagi kasus serupa terulang,” tegasnya.

Pasokan obat gratis untuk pasien yang isoman ini disiapkan Kementerian BUMN. Pendistribusiannya dibantu jajaran TNI yang akan mengerahkan Bintara Pembina Desa (Babinsa).

“Kami ucapkan terima kasih kepada TNI yang menugaskan personel Babinsa membantu pendistribusian obat bagi masyarakat yang terjangkit virus Corona. Program ini akan sangat membantu, khususnya bagi masyarakat di daerah yang tidak mendapat akses pelayanan telemedicine,” kata LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur ini menilai pengerahan personel Babinsa akan efektif karena Babinsa mengenal langsung warga di daerah binaannya.

Meski begitu, LaNyalla mengatakan koordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya pengurus desa, juga penting dilakukan.

“Pemerintah desa harus terlibat, khususnya pengusus RT/RW sehingga pendistribusian berjalan dengan lancar. Saya juga mengingatkan pemda untuk melakukan pengawasan ketat agar paket obat gratis ini tidak diperjualbelikan, apalagi obat-obatan sedang sangat langka sehingga potensi penyalahgunaan bantuan itu ada,” paparnya.

Seperti diketahui, ada 3 paket yang dibagikan pada program paket obat gratis ini, yang dapat dikonsumsi selama 7 hari.

Paket 1 berisi vitamin-vitamin untuk warga dengan PCR positif tanpa gejala atau OTG (orang tanpa gejala).

Sedangkan paket 2 berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan kehilangan penciuman, dan paket 3 berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan batuk kering.

“Ingat, paket 2 dan paket 3 butuh konsultasi dan resep dokter yang dilayani lewat puskesmas. Jadi koordinasi betul-betul harus berjalan maksimal. Maka peran RT/RW sangat penting, dan pengurus harus proaktif sehingga kebutuhan warganya yang melakukan isoman bisa terpenuhi,” kata LaNyalla.(dfn/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Antrean Vaksinasi di Grand City Surabaya

Antrean Vaksinasi di Terminal 2 Juanda

Suasana Vaksinasi di Grand City

Surabaya
Kamis, 29 Juli 2021
31o
Kurs