Selasa, 3 Agustus 2021

PSI Dukung Langkah Cepat Eri Cahyadi Tindak Lanjuti Masukan Warga Madura

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
William Wirakusuma Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya. Foto: Istimewa

Partai Solidaritas Indonesian (PSI) Surabaya mendukung langkah cepat Eri Cahyadi Wali Kota dan berharap Pemkot Surabaya maupun Pemprov Jatim menindaklanjuti masukan warga Madura.

Senin kemarin (21/6/2021) Eri menemui perwakilan dari ratusan warga madura yang berdemonstrasi menuntut evaluasi kebijakan penyekatan dan tes usap antigen di kaki Jembatan Suramadu.

Perwakilan pendemo menyampaikan keberatan atas pemberlakuan tes usap di penyekatan dan mengusulkan agar tes dilakukan di level desa saja supaya mudah dan menghindari kerumunan.

Sore harinya Eri langsung menghadap Khofifah Gubernur Jatim untuk berkoordinasi dan menyampaikan keberatan warga Madura yang datang ke Balai Kota soal kebijakan penyekatan.

“Saya mengapresiasi langkah cepat Wali Kota berkoordinasi dengan jajaran Gugus Tugas Covid-19 Jatim membahas aspirasi warga Madura,” kata William Wirakusuma Ketua Fraksi PSI DPRD Surabaya, Selasa (22/6/2021).

Dia berpendapat, usulan Eri kepada gubernur juga sejalan dengan upaya perbaikan testing dan tracing yang memang sedang didorong oleh pemerintah.

Langkah cepat Eri, kata William, adalah buntut dari demonstrasi masyarakat madura yang dilakukan kemarin (21/06) di Balai Kota Surabaya.

Masyarakat madura meminta agar penyekatan di Suramadu dihentikan dan meminta strategi tracing tidak tebang pilih.

Berdasarkan data dari Kemenkes, indikator kinerja penanganan COVID kategori testing dan tracing oleh Pemerintah Bangkalan masuk dalam kategori “terbatas”.

Untuk permasalahan tes, kata dia, positivity rate di Bangkalan di atas 48 persen. Jauh di atas standar WHO yang 5 persen.

Permasalahan berikutnya ada di pelacakan (tracing) kontak erat pasien Covid-19. Standar Kemenkes 14 orang per kasus, tapi di Bangkalan belum dilakukan sama sekali.

“Kita lihat saja apakah mungkin dilakukan tes di level desa? Gugus tugas Covid Jatim yang tahu hitung-hitungannya. Kalau di level kecamatan memang bisa dan sudah mulai berjalan dengan pemberlakuan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM),” ujarnya.

Tes usap sebagai syarat pengurusan SIKM bisa dilakukan di tiap puskesmas di Kecamatan. Dia berharap, semoga sumber daya manusia yang ada cukup untuk mewujudkannya sampai level desa.

“Semoga kita semua juga bisa ambil peran dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan segera mendaftarkan diri untuk vaksin. Supaya Surabaya, Bangkalan, Madura, Jatim, dan seluruh Indonesia bisa kembali normal lagi,” kata William.(den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Antre Sejak Pagi Buta Demi Mendapat Vaksin

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Antrean Vaksinasi di Grand City Surabaya

Antrean Vaksinasi di Terminal 2 Juanda

Surabaya
Selasa, 3 Agustus 2021
28o
Kurs