Kamis, 18 Agustus 2022

PARA Syndicate: KIB Harus Konsisten Menolak Politik Identitas pada Pemilu 2024

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi pemilu 2024. Foto: Grafis suarasurabaya.net

Ari Nurcahyo Direktur Eksekutif PARA Syndicate menyebut rencana pendaftaran Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai peserta Pemilu 2024 secara bersama-sama, menandakan semangat persatuan.

Menurutnya, tiga partai politik yang sepakat bekerja sama dengan wadah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), ingin menunjukkan soliditas dengan mendaftar bareng ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Secara simbolik pesan persatuan itu mau disampaikan lewat kebersamaan KIB mendaftar sebagai peserta Pemilu,” ujarnya di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Koalisi tiga partai itu, lanjut Ari, diharapkan konsisten memperjuangkan politik kebangsaan sekaligus menolak politik identitas yang kontraproduktif dengan persatuan nasional.

“Harapan publik, semoga KIB konsisten menjaga persatuan nasional dengan mengusung dan memperjuangkan politik kebangsaan dan politik gagasan, serta konsisten menolak politik identitas yang mengoyak persatuan dan membelah masyarakat lewat polarisasi masif,” tambahnya.

Selain itu, dia juga berharap KIB juga mampu menerjemahkan semangat persatuan menjadi aksi dan tindakan yang konkret.

“Semoga pesan simbolik tersebut membumi dalam aksi nyata menjaga persatuan bangsa di tengah masyarakat, dan tidak tergoda untuk mempraktikkan politik identitas,” tuturnya.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto Ketua Umum Partai Golkar menyatakan kunci mengatasi berbagai persoalan dan konflik yang dihadapi Bangsa Indonesia adalah persatuan.

Mulai dari tantangan perfect storm 5C, yaitu Covid-19, conflict (konflik), climate change (perubahan iklim), commodity prices (harga komoditas), dan cost of living (biaya hidup). Bahkan tantangan itu akan bertambah jelang Pemilu 2024 yaitu Political Storm (badai politik).

“Untuk mencegah political storm, kita perlu bersatu,” ucapnya.

Segala tantangan yang dihadapi bangsa, ancaman resesi global, ketegangan geopolitik yang berimbas pada kestabilan perekonomian nasional, mau pun dinamika dalam dunia politik bisa diatasi dengan bersatunya orang-orang yang ahli.

“Itu yang dilakukan Golkar, early warning system kita bersatu sebelum pemilu. Dengan bersatu, kami bisa menyelesaikan ekonomi, dan dengan bersatu kami bisa menyelesaikan konflik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia mengajak semua masyarakat optimistia Pemilu 2024 menghasilkan kebaikan untuk Indonesia. Masyarakat berpartisipasi dalam pesta demokrasi dan semua pihak memastikan pemilu mengadopsi prinsip-prinsip good governance.

“Kita harus optimistis menghadapi pemilu, karena ini bagian daripada governance juga, dan untuk masalah demokrasi kan hak individu dan kesempatan kepada seluruh masyarakat,” katanya.

Rencananya, partai politik anggota KIB akan mendaftar sebagai peserta pemilu ke KPU pada 10 Agustus mendatang.

“KIB terus konsolidasi, dan kami akan mendaftar bersama tanggal 10 nanti,” tandasnya.(rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Kamis, 18 Agustus 2022
26o
Kurs