Senin, 6 Februari 2023

Presiden Sampaikan Lima Arahan kepada KPU Terkait Persiapan Pemilu Serentak 2024

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden menyampaikan arahan dalam Rapat Konsolidasi Nasional Kesiapan Pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2024, yang berlangsung di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (2/12/2022). Foto: Biro Pers Setpres.

Joko Widodo Presiden pada Jumat (2/12/2022) pagi, resmi membuka Rapat Konsolidasi Nasional Kesiapan Pelaksanaan Pemilu Serentak Tahun 2024, yang berlangsung di Ancol, Jakarta Utara.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara menyampaikan lima arahan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjelang pemilu.

Arahan pertama, Presiden menginstruksikan KPU memastikan berbagai kegiatan di semua tahapan pemilu punya aturan teknis dan koridor hukum yang jelas.

Menurutnya, hal itu penting untuk mengantisipasi serta mengatasi berbagai persoalan yang mungkin terjadi.

Arahan kedua, Jokowi mengingatkan jajaran KPU memastikan kesiapan sarana dan prasarana logistik secara detail, efisien, dan transparan.

RI 1 bilang, hal-hal yang sebetulnya teknis bisa menjadi politis dan berpotensi menimbulkan permasalahan di lapangan kalau tidak disiapkan serta direncanakan dengan baik.

“Jangan sampai ketidaksiapan menyebabkan nantinya keributan-keributan di lapangan. Hal kecil-kecil ini kalau kita tidak detil mengikuti, menyelesaikan bisa menjadi persoalan di lapangan, jadi keributan-keributan di lapangan,” ujarnya.

Lalu, arahan ketiga, Jokowi Presiden memerintahkan sumber daya manusia KPU di setiap jenjang terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan.

“Dari tingkatan paling bawah sampai atas bekali pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan-kemampuan lainnya yang dibutuhkan agar seluruh perangkat dan petugas mampu bertugas dengan baik,” katanya.

Arahan keempat, Presiden mendorong KPU bekerja efektif dan efisien, terutama urusan mengelola anggaran pemilu.

Karena, Pemilu 2024 berlangsung di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Sehingga, semua pihak harus tetap hati-hati dan waspada mengambil kebijakan.

Yang kelima, Jokowi menginstruksikan KPU memperkuat pendidikan politik kepada kontestan mau pun masyarakat.

Presiden mengimbau KPU pro aktif mengajak para peserta mewujudkan pemilu yang damai, jujur, dan berintegritas.

“Kita harus mendorong kampanye berkualitas yang menyehatkan demokrasi kita, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi, mengedepankan politik adu ide, adu gagasan, bukan politik adu domba,” tegasnya.

Turut hadir di acara itu, antara lain Tito Karnavian Menteri Dalam Negeri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Kapolri, Heddy Lugito Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Hasyim Asy’ari Ketua KPU, dan Rahmat Bagja Ketua Bawaslu.(rid/ipg)

Berita Terkait