Rabu, 8 Februari 2023

32 Tahun Wafat, PSI Usulkan K.H. Ahmad Siddiq Jadi Pahlawan Nasional

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Nanang Priyo Utomo Wakil Sekjen DPP PSI. Foto: Istimewa

Genap 32 tahun K.H. Ahmad Siddiq ulama besar Nahdlatul Ulama (NU) tutup usia. Sosok Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu dikenang atas perjuangannya memperjuangkan eksistensi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Nanang Priyo Utomo Wakil Sekjen DPP PSI menyebut, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan simpati mendalam dan merasa perlu mengingatkan seluruh elemen bangsa atas jasa almarhum sebagai pelopor Asas Tunggal Pancasila dan kesepakatan NKRI sebagai bentuk final negara Indonesia.

Dalam keterangan tertulisnya, Nanang mengungkapkan, tanpa kehadiran Rais Aam PBNU periode 1984-1991 itu, mungkin saja eksistensi Pancasila dan NKRI masih menjadi polemik.

“Jangankan orang luar, di NU sendiri saat itu asas tunggal Pancasila masih diperdebatkan. Orang luar NU sampai mengejek beliau dengan plesetan Rais Aam menjadi Rais Amis” ungkap Nanang, Selasa (24/1/2023).

K.H. Ahmad Siddiq ulama besar Nahdlatul Ulama (NU). Foto: NU Online

Nanang menambahkan, Muktamar NU 1984 di Situbondo adalah titik balik moderasi beragama dan bernegara di NU. Muktamar itu menghasilkan duet kepemimpinan K.H. Ahmad Siddiq dan Gus Dur sebagai Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

“Sebelum 1984 NU masih bergabung di parpol berasas agama. Kyai Ahmad Siddiq dan Gus Dur menjadi pelopor NU kembali ke Khittah 1926 dan menerima asas tunggal Pancasila. Tanpa beliau berdua mungkin saat ini polemik kebangsaan kita belum tuntas” lanjut Nanang.

Atas besarnya jasa Kyai asal Jember Jawa Timur itu, PSI mendukung jika K.H. Ahmad Siddiq diusulkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Sangat mendukung. Bahkan PSI siap jika diperlukan pernyataan resmi secara kelembagaan” tutur Nanang.

KH Ahmad Siddiq merupakan ulama progresif di zamannya. Ia lahir sebagai putra bungsu dari pasangan KH Muhammad Siddiq dengan Nyai Maryam. Kiai Ahmad lahir di Talangsari, Jember, Jawa Timur.

Gagasan pentingnya adalah Trilogi Ukhuwah NU yaitu ukhuwah islamiyah (persaudaraan umat Islam), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama warga negara), dan ukhuwah insaniyah (persaudaraan sesama manusia).

Sekedar diketahui, K.H. Ahmad Siddiq wafat 23 Januari 1991, 32 tahun lalu. Ia meninggal di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya dan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Aulia di Desa Mojo Kediri.(lta/dfn/ipg)

Berita Terkait