Rabu, 28 Februari 2024

PDI Perjuangan Berduka, Prof. Hamka Haq Meninggal Dunia

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Almarhum Prof. Hamka Haq perancang berdirinya Baitul Muslimin (Bamusi) Ormas sayap Islam PDI Perjuangan. Foto : Antara

Megawati Soekarnoputri Ketua Umum DPP PDI Perjuangan beserta seluruh keluarga besar PDI Perjuangan merasakan duka cita yang mendalam atas wafatnya Prof. Hamka Haq.

Hal ini disampaikan Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDIP dalam keterangan tertulisnya yang diterima suarasurabaya.net, Kamis (7/12/2023).

“Beliau meninggal dunia di usia 71 tahun setelah dirawat selama beberapa waktu di RS Siloam Jakarta,” ujar Hasto.

“Kabar wafatnya Prof. Hamka Haq membuat kami sangat sedih, berduka, dan begitu Ibu Megawati mendengar kabar itu, langsung mengajak semua berhenti sejenak dan mendoakan agar almarhum diampuni segala dosanya dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” imbuhnya.

Hasto mengatakan, Prof Hamka Haq adalah seorang pejuang bangsa dan negara serta pejuang partai yang selalu teguh dalam menjaga, mengawal, serta melestarikan nilai-nilai berketuhanan yang berkebudayaan, ketuhanan yang berbudi pekerti luhur sesuai Pancasila.

Kata dia, Prof. Hamka adalah salah satu tokoh yang merancang berdirinya Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) ormas sayap Islam untuk PDI Perjuangan di Maret 2007.

“Prof. Hamka Haq adalah sosok yang selalu mendalami dan mewartakan api perjuangan keislaman Ir. Soekarno Proklamator RI, sebagai sosok pemimpin yang nasionalis sekaligus relijius,” kata Hasto.

Menurut Hasto, sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME, Prof. Hamka Haq selalu memperjuangkan nilai-nilai kebenaran, persamaan hak, dan pluralisme dalam setiap lini kehidupan.

“Beliau adalah sosok pemikir Islam yang sejak awal berani mendukung pemikiran bahwa pemimpin perempuan itu halal, dan pemimpin dari nonmuslim itu dibolehkan,” terangnya.

Prof. Hamka, lanjut Hasto, adalah seorang pejuang demokrasi. Saat masih aktif di kampus di Makassar, Prof. Hamka yang berani di garda terdepan mendampingi gerakan mahasiswa tahun 1998 yang berdemo untuk menuntut mundurnya Soeharto.

“Prof. Hamka sosok intelektual yang mampu memadukan gagasan Bung Karno dengan Islam. Beliau sosok yang rendah hati. Buku-bukunya banyak menginspirasi. Kami sungguh bersedih dan sangat kehilangan. Partai memberikan penghormatan terbaik pada almarhum melalui protokol partai,” ungkapnya.

“Semoga Allah SWT memberikan almarhum husnul khotimah. Kita semua tentu saja mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran dan keikhlasan atas wafatnya almarhum,” pungkas Hasto. (faz/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Rabu, 28 Februari 2024
26o
Kurs