Rabu, 8 Februari 2023

Pemakaman M. Prakosa, PDIP Beri Penghormatan Terakhir

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal PDIP hadir mewakili Megawati Soekarnoputri Ketua Umum dan jajaran keluarga besar partai, pada Selasa (24/1/2023), guna melepas jenazah Prakosa. Foto : istimewa

Megawati Soekarnoputri Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) mengirimkan doa untuk mengawal kepergian M. Prakosa salah satu kader senior partai untuk dimakamkan di kompleks makam keluarga almarhum di Bantul, Yogyakarta.

Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal PDIP hadir mewakili Megawati Soekarnoputri Ketua Umum dan jajaran keluarga besar partai, pada Selasa (24/1/2023), guna melepas jenazah Prakosa, yang terakhir menjabat sebagai Dubes RI di Italia. Jenazah disemayamkan di rumah duka, Pedukuhan Gresik, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipura, Bantul. Pemakaman masih berada di dekat lokasi tersebut.

Ratusan orang anggota Satgas PDIP ditugaskan untuk mengawal prosesi upacara pemakaman almarhum Prakosa. Tampak para satgas berbaju hitam dengan baret merah itu berjaga di sepanjang jalan menuju kediaman, bersama dengan warga sekitar.

Deretan karangan bunga berjejer sepanjang jalan, dari para tokoh nasional, menteri, serta pejabat negara. Dua karangan bunga diletakkan dekat dengan lokasi persemayaman jenazah. Satu karangan bunga dari Megawati, satunya dari Joko Widodo Presiden.

Hasto menyapa para tamu yang hadir di lokasi acara. Tampak hadir Nuryadi serta Totok Hedi Santosa Ketua dan Sekretaris DPD PDIP Yogyakarta. Tampak pula sejumlah anggota DPR dari Fraksi PDIP seperti Haris Turino dan MY Esti Wijayati.

Hasto didampingi oleh Nuryadi serta beberapa kader partai di provinsi itu lalu mengecek kesiapan pelaksanaan acara. Termasuk hingga mengecek ke lokasi liang lahat yang berada tak jauh dari rumah persemayaman.

“Saya diperintahkan oleh Ibu Megawati untuk mengawal prosesi pemakaman Almarhum Pak Prakosa,” kata Hasto.

Kata Hasto, partai memberikan penghormatan terbaik atas wafatnya Prakosa dengan protokol partai. Dan seluruh jajaran kader PDI Perjuangan mengucapkan duka cita, serta mendoakan arwah beliau semoga dilancarkan jalannya dan diterima di sisiNYA.

“Kami sungguh kehilangan sosok yang bersahaja, dan untuk itulah partai mengambil suri keteladanan dari seluruh perjuangannya,” kata Hasto.

M. Prakosa meninggal dunia di Roma, Italia, pada 17 Januari lalu. Jenazahnya lalu dibawa dengan pesawat ke Indonesia, dan tiba pada 23 Januari.

M. Prakosa, kelahiran Yogyakarta, 4 Maret 1960, dan sempat menghabiskan masa kecilnya di Jayapura, Papua, mengikuti penugasan orang tuanya sebagai PNS. Seusai menamatkan sekolah di Yogyakarta, almarhum menempuh pendidikan tinggi di UGM Yogyakarta, jurusan kehutanan. Lalu di University of Tennessee dan Berkeley University di Amerika Serikat. Gelar doktor bidang resource and economic policy diraihnya dari kampus yang disebut terakhir tersebut.

Pada tahun 1999, Abdurrahman Wahid Presiden RI menunjuknya menjadi Menteri Pertanian. Lalu pada tahun 2001, Megawati Soekarnoputri Presiden menunjuknya sebagai Menteri Kehutanan, dan dikenal berprestasi dalam berusaha membasmi jejaring illegal logging yang merusak hutan Indonesia.

Pada 2005, Prakosa menjadi pengurus pusat partai dan mengepalai Badan Penelitian dan Pengembangan PDIP. Pada Pemilu 2009, Prakosa terpilih menjadi anggota DPR dari dapil Jateng IX, dan kembali terpilih pada periode 2014-2019 dan periode 2019-2024.

Pada Februari 2021, Joko Widodo Presiden menominasikan Prakosa agar menjadi Dubes RI untuk Italia. Pada November 2021, almarhum mengambil sumpah jabatan sebagai duta besar. Tugas itu diembannya hingga akhir hayatnya.(faz/ipg)

Berita Terkait