Minggu, 25 Februari 2024

Rakor Persiapan Pemilu, DPRD Minta Dinkes Surabaya Terapkan Maksimal Response Time Kejadian Darurat

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya pimpin rakor persiapan nakes dan puskesmas untuk Pemilu, Selasa (12/2/2024). Foto: Istimewa Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya pimpin rakor persiapan nakes dan puskesmas untuk Pemilu, Selasa (12/2/2024). Foto: Istimewa

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Dinas Kesehatan Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi membahas persiapan teknis tenaga kesehatan (nakes) dan puskesmas saat Pemilihan Umum (Pemilu).

Khusnul Khotimah Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya mengatakan, sejumlah masukan anggota legislatif untuk Dinkes saat pelaksanaan nanti. Mulai dari alur nakes menangani petugas penyelenggara Pemilu yang mengalami kedaruratan medis.

“Alurnya bagaimana ketika petugas penyelenggara mengalami kegawatdaruratan, KPPS, PPS, dan sebagainya. Kami juga memastikan apakah disiapkan suplemen vitamin karena kerjanya pagi sampai malam. Apalagi cuaca berubah-ubah, sore hujan dan sebagainya,” jelasnya, Senin (12/2/2024).

Termasuk target maksimal response time nakes terhadap keluhan petugas penyelenggara, tujuh menit harus tertangani.

“Ada juga masukan untuk hotline center 112 bisa. Tapi saya, hotline apapun yang penting bisa diakses secara cepat. Kita tahu, akses 112 butuh effort (usaha),” terangnya.

Sisanya, Dewan minta Dinkes menyosialisasikan keberadaan hotline dan alur penanganan pada masyarakat terutama penyelenggara Pemilu.

“Dinkes sudah memastikan, tim mobile nakes pada tanggal 14 Februaru, hotline sampai 24 Februari. Karena screening dulu 24 Desember, jadi tidak menutup kemungkinan kondisi kesehatan drop,” tandasnya.

Pemkot Surabaya ikuti rakor persiapan nakes dan puskesmas saat Pemilu, Selasa (12/2/2024). Foto: Istimewa
Pemkot Surabaya ikuti rakor persiapan nakes dan puskesmas saat Pemilu, Selasa (12/2/2024). Foto: Istimewa

Menanggapi itu, Nanik Sukristina Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyebut hotline tidak akan terpusat di 112, tapi dipecah tiap puskesmas untuk memperluas penanganan.

“Harapannya mempercepat. Kalau usulan terkoneksi dengan 112 nanti akan dikoordinasikan,” ujarnya.

Sementara suplemen untuk petugas penyelenggara, lanjut Nanik, sudah disediakan pemkot serta anggaran dari KPU.

“Kami sudah koordinasikan dengan masing-masing kecamatan. Jadi menyesuaikan masing-masing kecamamtan. Anggaran KPU sendiri ada per person (orang) untuk membeli vitamin. Kalau dari Dinkes kami juga sediakan,” tandasnya.

Diketahui, segala upaya ini disiapkan mengantisipasi kejadian kelelahan petugas KPPS hingga meninggal dunia pada Pemilu 2019 terulang. (lta/saf)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Minggu, 25 Februari 2024
27o
Kurs