Menurut Dasco, ruang untuk memperkuat substansi regulasi juga masih terbuka. Ia menyebut aturan teknis yang nantinya dituangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) juga akan melibatkan pihak-pihak yang terlibat dalam perumusan undang-undang.
“PP-nya pun nanti akan melibatkan kita-kita semua yang merumuskan undang-undang. Sehingga apa yang dikhawatirkan, mudah-mudahan insya Allah tidak terjadi,” kata dia.
Dasco menilai momentum yang diberikan MK justru harus dipandang sebagai kesempatan untuk membangun sistem ketenagakerjaan baru yang lebih baik. Karena itu, ia meminta semua pihak tidak menjadikan tenggat waktu sebagai alasan untuk pesimistis sebelum proses pembahasan dimulai.
“Kita dikasih kesempatan oleh Mahkamah Konstitusi untuk menyelesaikan membuat satu undang-undang tenaga kerja yang baru,” ujarnya.
Ia pun mengajak DPR, pemerintah, buruh, dan pengusaha bekerja bersama dengan optimisme untuk menyelesaikan regulasi tersebut.
“Jadi kita jangan dari sekarang pesimis dan kalah dengan waktu. Ya kita sama-sama buktikan dengan niat baik, bismillahirrahmanirrahim kita kerja,” kata Dasco.(faz/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

