Komarudin Watubun Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) menilai, berbagai aksi demonstrasi yang terjadi di sejumlah daerah dapat menjadi cerminan penilaian masyarakat terhadap kinerja Pemerintah.
Hal itu disampaikan Komarudin menanggapi perjalanan dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto Presiden dan Gibran Rakabuming Raka Wakil Presiden.
Dia mengatakan, masyarakat dapat menilai sendiri kondisi pemerintahan saat ini melalui berbagai peristiwa dan aspirasi yang muncul di ruang publik, termasuk aksi demonstrasi yang melibatkan banyak anak muda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).
“Penilaian itu sudah terekspresi lewat demo-demo, ribut-ribut di mana-mana. Jadi, saya tidak perlu komentar. Anda bisa melihat sendiri, kan. Dan termasuk kau sendiri merasakan apa yang ada hari ini, itu yang penting,” kata Komarudin di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).
Dia mengaku memilih tidak memberikan penilaian secara berlebihan karena posisinya sebagai politisi PDIP yang berada di luar pemerintahan berpotensi membuat pernyataannya dianggap sebagai kritik dari oposisi.
“Kalau saya ini politisi, apalagi orang di luar pemerintah, kalau saya ngomong pasti dibilang, ‘Ah, itu kan oposisi.’ Jadi, biarlah rakyat yang menilai,” ujarnya.
Komarudin juga memperhatikan persoalan asap yang mengganggu penerbangan. Dia menceritakan pengalamannya ketika hendak menuju Ambon, tetapi pesawat yang ditumpanginya tidak dapat mendarat akibat asap yang disebut berasal dari Kalimantan.
Menurut dia, persoalan tersebut semestinya dapat diantisipasi karena terjadi berulang kali setiap tahun.
“Saya kemarin ke Ambon tidak bisa mendarat karena asap dari Kalimantan, penuh di sana. Padahal itu setiap tahun peristiwa seperti begitu. Masa negara tidak punya antisipasi mengatasi hal-hal begitu?” ungkapnya.
Kemudian, Komarudin turut mengkritik penanganan persoalan lingkungan yang dinilainya belum menyentuh akar masalah. Komarudin menyinggung aktivitas pengeboran sumur yang dilakukan untuk mengatasi persoalan asap, sementara kerusakan hutan terus terjadi.
“Sekarang sibuk orang bor sumur bor, baru bor selesai, tanah hutan sudah habis,” kata Komarudin.
Menurut Komarudin, penanganan persoalan lingkungan membutuhkan langkah antisipatif dan upaya yang lebih mendasar, bukan sekadar tindakan ketika masalah sudah terjadi.
Selain persoalan lingkungan, Komarudin mengakui kondisi ekonomi juga menjadi salah satu hal yang dirasakan masyarakat. Ia menilai, dampak situasi ekonomi dapat terlihat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada sektor penerbangan.
“Iya, pasti. Kalau itu semua orang merasakan juga, kan penerbangan juga semakin berkurang, itu pasti ada dampaknya,” ujarnya.
Meski demikian, Komarudin kembali menegaskan bahwa penilaian terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran sebaiknya diserahkan kepada masyarakat.
Dia mengatakan, kritik yang disampaikan oleh politisi di luar pemerintahan kerap dipandang sebagai bentuk sikap politik semata. Karena itu, ia memilih agar masyarakat menilai sendiri berbagai persoalan yang terjadi selama dua tahun pemerintahan berjalan.
“Tapi sekali lagi, kalau saya ngomong pasti dibilang, ngomong apa pun pasti kita di luar pemerintahan, ‘Ah, ini kan orang.’ Biarlah rakyat sendiri yang menilai,” pungkasnya.(faz/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

