Minggu, 25 Oktober 2026

Hasto: Jaga Keutuhan NU, Jangan Jadi Alat Politik

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDIP saat menjadi pembicara dalam Room Diskusi Serial 7 bertema "NU Masa Depan dan Masa Depan NU: Sinergitas Pemikiran Nasionalis dan Agama" di Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026). Foto: istimewa

Dalam forum yang sama, Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla atau Gus Ulil mengatakan organisasi yang tetap merawat ideologi memiliki arti penting di tengah menguatnya pragmatisme dan derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, NU dan PDI Perjuangan merupakan dua kekuatan sosial yang masih konsisten menjaga fondasi ideologi di Indonesia.

“Di Indonesia saat ini, dua kekuatan sosial utama yang secara konsisten masih peduli dan merawat pentingnya ideologi adalah kaum nasionalis di PDI Perjuangan dan kaum agama di NU,” ujar Gus Ulil.

Ia menambahkan, ideologi tidak boleh dipahami sebagai sesuatu yang kaku. Justru, kata dia, NU sejak awal membangun tradisi berpikir yang terbuka sehingga mampu berdialog dengan perubahan zaman tanpa kehilangan arah.

“Ikatan ideologi di NU sengaja dirancang fleksibel agar mampu menjawab perubahan zaman tanpa memicu perpecahan, namun tetap menjaga arah kemajuan bangsa,” katanya.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Minggu, 25 Oktober 2026
26o
Kurs