Selasa, 8 September 2026

Hasto: Jaga Keutuhan NU, Jangan Jadi Alat Politik

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDIP saat menjadi pembicara dalam Room Diskusi Serial 7 bertema "NU Masa Depan dan Masa Depan NU: Sinergitas Pemikiran Nasionalis dan Agama" di Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026). Foto: istimewa

Sementara itu, Robikin Emhas Staf Khusus Wakil Presiden periode 2019–2024 menegaskan bahwa hubungan agama dan negara di Indonesia dibangun melalui konsensus para pendiri bangsa, bukan berdasarkan konsep negara agama maupun negara sekuler.

“Indonesia bukan negara agama, tetapi juga bukan negara sekuler. Indonesia adalah negara Pancasila, di mana nilai-nilai agama menjadi sumber moral dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Robikin.

Ia juga mengingatkan bahwa ulama NU sejak awal telah menunjukkan visi kebangsaan melalui konsep Hubbul Wathan minal Iman dan berbagai keputusan penting yang memperkuat komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Muktamar NU 2026 sendiri berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.(faz/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Selasa, 8 September 2026
29o
Kurs