Minggu, 25 Oktober 2026

Hasto: Jaga Keutuhan NU, Jangan Jadi Alat Politik

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDIP saat menjadi pembicara dalam Room Diskusi Serial 7 bertema "NU Masa Depan dan Masa Depan NU: Sinergitas Pemikiran Nasionalis dan Agama" di Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026). Foto: istimewa

Sementara itu, Robikin Emhas Staf Khusus Wakil Presiden periode 2019–2024 menegaskan bahwa hubungan agama dan negara di Indonesia dibangun melalui konsensus para pendiri bangsa, bukan berdasarkan konsep negara agama maupun negara sekuler.

“Indonesia bukan negara agama, tetapi juga bukan negara sekuler. Indonesia adalah negara Pancasila, di mana nilai-nilai agama menjadi sumber moral dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Robikin.

Ia juga mengingatkan bahwa ulama NU sejak awal telah menunjukkan visi kebangsaan melalui konsep Hubbul Wathan minal Iman dan berbagai keputusan penting yang memperkuat komitmen terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Muktamar NU 2026 sendiri berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.(faz/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Minggu, 25 Oktober 2026
26o
Kurs