“Politik luar negeri bebas-aktif berarti bebas menentukan pendirian berdasarkan kepentingan nasional. Tidak memihak salah satu blok mana pun,” tegasnya.
Muzani juga menolak penggunaan kekuatan militer sebagai cara untuk menyelesaikan perselisihan antarnegara. Menurutnya, serangan terhadap negara berdaulat tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
“Indonesia harus tetap konsisten menolak perang sebagai cara menyelesaikan perselisihan antarnegara,” ujarnya.
Ia mengutip prinsip yang kerap disampaikan Prabowo Subianto Presiden untuk menggambarkan pentingnya membangun sebanyak mungkin persahabatan dalam hubungan antarnegara.
“Dalam bahasa yang sederhana sering disampaikan oleh Presiden Prabowo, seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” kata Muzani.










