Jumat, 14 Agustus 2026

Prabowo Tegaskan Tidak Ada Toleransi buat Manipulasi Laporan BUMN

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Prabowo Presiden menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, hari ini, Jumat (14/8/2026), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Foto: Biro Pers Setpres

Prabowo Subianto Presiden menyatakan, tidak ada toleransi pada praktik manipulasi berbagai laporan, termasuk permainan angka atau laporan palsu dalam pengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, hari ini, Jumat (14/8/2026), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurut Presiden, BUMN harus berani menyajikan data valid dan akurat, walau angkanya tidak sesuai target yang diharapkan.

“Saya ingatkan di sini bahwa kita tidak mau toleransi dengan permainan angka, dengan laporan palsu. Kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat, walaupun kadang-kadang pahit,” ujarnya.

Lebih lanjut, RI 1 mengatakan, Pemerintah sudah melakukan koreksi terhadap laporan keuntungan sejumlah BUMN tahun 2024.

Hasilnya, keuntungan BUMN tahun 2024 sebenarnya sebanyak Rp186 triliun, dengan dividen yang disetorkan kepada negara mencapai Rp85,5 triliun.

Lalu, sesudah ada berbagai perbaikan tata kelola, keuntungan BUMN tahun 2025 meningkat menjadi Rp326 triliun atau naik sekitar 75,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Rp326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka,” tegasnya.

Sementara itu, dividen BUMN yang disetorkan tahun 2025 awalnya dilaporkan mencapai Rp142,3 triliun, atau meningkat 67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, Prabowo menilai, perbandingan dividen juga perlu memperhitungkan Penyertaan Modal Negara yang disalurkan kepada BUMN pada tahun yang sama.

Hal itu perlu dilakukan untuk mengetahui angka dividen bersih yang dihasilkan BUMN.

Berdasarkan koreksi perhitungan, nilai dividen bersih BUMN tahun 2025 tercatat Rp138 triliun, meningkat sekitar 160 persen dari tahun 2024.

Untuk tahun 2026, Pemerintah memproyeksikan dividen BUMN kembali meningkat sampai Rp200 triliun, tanpa adanya Penyertaan Modal Negara.(rid/ris/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Jumat, 14 Agustus 2026
31o
Kurs