“Marhaenisme ini kan suatu asas, teori perjuangan, dan cara bagaimana Indonesia mencapai merdeka. Kami mengucapkan terima kasih bahwa Presiden Prabowo juga menggaungkan itu untuk menegaskan tentang watak kekuasaan yang berpihak kepada rakyat banyak,” kata Hasto.
Namun, Hasto menegaskan, penggunaan istilah Marhaenisme harus diikuti dengan keberpihakan yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat, terutama petani dan pekerja kecil.
Menurut dia, ukuran keberhasilan sebuah konsep ekonomi bukan terletak pada seberapa kuat istilah tersebut digaungkan, melainkan pada sejauh mana kebijakan pemerintah mampu memperkuat alat produksi dan kedaulatan ekonomi rakyat.
“Ketika kita berteriak ‘Marhaenisme’, maka bagaimana petani itu bisa berdaulat, bagaimana petani bisa mendapatkan tanah sebagai alat produksinya, mendapatkan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan kualitas produknya, serta benih-benih unggul karya anak bangsa. Itu yang harus dijabarkan,” tegas Hasto.
Ia menilai keberpihakan kepada petani harus menjadi salah satu indikator utama apabila semangat Marhaenisme benar-benar hendak diterapkan dalam kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo.

NOW ON AIR SSFM 100

