Senin, 17 Agustus 2026

PDIP Soal Prabowonomics: Jangan Jual Nama Marhaenisme Tanpa Berpihak ke Petani

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDIP didampingi Hasto Kristiyanto Sekjen DPP PDIP dia sela -sela Upacara HUT ke-81 RI di Sekolah Partai Lenteng Agung Jakarta Selatan, Senin (17/8/2026). Foto: istimewa

“Marhaenisme ini kan suatu asas, teori perjuangan, dan cara bagaimana Indonesia mencapai merdeka. Kami mengucapkan terima kasih bahwa Presiden Prabowo juga menggaungkan itu untuk menegaskan tentang watak kekuasaan yang berpihak kepada rakyat banyak,” kata Hasto.

Namun, Hasto menegaskan, penggunaan istilah Marhaenisme harus diikuti dengan keberpihakan yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat, terutama petani dan pekerja kecil.

Menurut dia, ukuran keberhasilan sebuah konsep ekonomi bukan terletak pada seberapa kuat istilah tersebut digaungkan, melainkan pada sejauh mana kebijakan pemerintah mampu memperkuat alat produksi dan kedaulatan ekonomi rakyat.

“Ketika kita berteriak ‘Marhaenisme’, maka bagaimana petani itu bisa berdaulat, bagaimana petani bisa mendapatkan tanah sebagai alat produksinya, mendapatkan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan kualitas produknya, serta benih-benih unggul karya anak bangsa. Itu yang harus dijabarkan,” tegas Hasto.

Ia menilai keberpihakan kepada petani harus menjadi salah satu indikator utama apabila semangat Marhaenisme benar-benar hendak diterapkan dalam kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Senin, 17 Agustus 2026
29o
Kurs