Menurutnya, anak muda perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, menjunjung nilai moral, serta mampu mengekspresikan gagasan melalui karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia memperkenalkan tiga pilar mendasar yang menjadi perhatian dalam kegiatan Sekolah Partai, yakni logika, etika, dan estetika.
Pilar logika diarahkan untuk membentuk kemampuan berpikir kritis dan solutif dalam merespons berbagai persoalan sosial, politik, dan ekonomi. Melalui ruang diskusi dan dialektika, peserta didorong untuk memahami persoalan secara mendalam sekaligus mencari jalan keluar yang relevan.
Sementara itu, etika menjadi landasan untuk membangun sikap bertanggung jawab, menjaga kebersamaan, serta menghormati perbedaan pendapat.
Adapun estetika diwujudkan melalui kreativitas, apresiasi terhadap kebudayaan, dan pengembangan kemampuan generasi muda dalam menghasilkan karya digital.
NOW ON AIR SSFM 100

