Komarudin berharap, perpaduan ketiga pilar tersebut dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan kebangsaan secara kreatif dan bertanggung jawab.
“Generasi muda diharapkan mampu memproduksi konten digital yang tidak sekadar mengejar popularitas semata, melainkan konten yang bernilai ideologis, menjunjung moralitas, serta membawa semangat nasionalisme pemersatu bangsa,” jelasnya.
Pelatihan konten kreator dan apresiasi seni, termasuk pertunjukan Angklung Revolution, menjadi bagian dari pendekatan yang menggabungkan pemahaman ideologi dengan kreativitas anak muda.
Nida Zidny Paradisa Sekretaris Sekolah Partai PDI Perjuangan menjelaskan bahwa para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut telah melalui proses seleksi dari ribuan pendaftar daring.
Panitia melakukan verifikasi sejumlah dokumen, antara lain Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP), serta meninjau rekam jejak media sosial peserta sebelum menetapkan peserta terpilih.
NOW ON AIR SSFM 100

