Aksi demonstrasi dilakukan di depan gedung DPRD Jatim pukul 12.30 WIB pada Selasa (6/9/2022). Ratusan kader IMM Jatim menyuarakan aspirasi untuk menolak adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Mereka membawa tiga tuntutan, antara lain:
1. Menuntut pemerintah untuk membatalkan penyesuaian harga BBM serta mendesak pemerintah untuk menurunkan harga BBM bersubsidi.
2. Mendesak pemerintah Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk membuat regulasi pengawasan peredaran BBM subsidi di masyarakat, supaya tepat sasaran.
3. Mendesak agar memperbaiki pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) dengan tujuan agar dikuasai sepenuhnya oleh negara dan diperuntukkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat.
Aksi penolakan naiknya harga BBM ini dilakukan juga oleh semua cabang IMM di Jawa Timur dengan tuntutan yang sama.




