Sabtu, 4 April 2020

Tak Bisa Bahasa Indonesia, Pengungsi Syiah Sulitkan Petugas TPS

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan

Meski sudah delapan bulan tinggal di lokasi pengungsian, namun sebagian pengungsi Syiah Sampang, Madura ternyata baru tadi malam mendapatkan undangan untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilu kali ini.

Tak hanya itu, Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ditunjuk untuk menampung hak pilih warga Syiah, yaitu TPS 11 Dusun Sambikerep, Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, bahkan baru pukul 00.00 WIB dini hari tadi mendapatkan tambahan formulir A5 untuk pencoblosan.

“Baru dini hari tadi pukul 00.00 WIB, kami dapat formulir A5DPTB,” kata Edi Bambang, KPPS 11, Desa Jemundo, Kecamatan, Taman, Sidoarjo, Rabu (9/4/2014).

Menurut Edi, mepetnya waktu penyerahan formulir A5 ini menjadikan seluruh petugas di TPS 11 bahkan tidak tidur untuk menyiapkan diri menampung limpahan pemilih warga Syiah.

Awalnya, kata Edi, warga Syiah yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 11 hanyalah 77 orang, tapi tiba-tiba pada pagi tadi ditambah lagi sebanyak 69 orang sebagai pemilih khusus sehingga total pemilih dari warga Syiah di TPS tersebut mencapai 146 orang.

Dengan penambahan ini, KPPS 11 akhirnya memberikan kebijakan untuk mendahulukan warga sekitar atau warga yang telah masuk DPT untuk mencoblos terlebih dahulu. Sedangkan pemilih tambahan yaitu 69 warga Syiah diminta untuk menunggu hingga seluruh warga yang masuk DPT seluruhnya mencoblos.

Pantauan suarasurabaya.net, antrian di TPS 11 memang cukup banyak dan membuat petugas sempat kwalahan. Apalagi beberapa warga Syiah memang tidak bisa berbahasa Indonesia sehingga menyulitkan petugas. (fik/ipg)

Teks Foto :
– Pengungsi Syiah Sampang usai mencelupkan jari pada tinta pemilu.
Foto : Taufik suarasurabaya.net

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Korban Rumah Roboh di Ketintang

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Surabaya
Sabtu, 4 April 2020
30o
Kurs