Senin, 26 Oktober 2020

Khofifah Pembuka Jalan Bagi AHY, PDIP Satukan Jokowi dan Gus Ipul-Puti

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan
Ilustrasi, Pilkada Jatim 2018. Foto: Grafis suarasurabaya.net

Pencalonan Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim oleh beberapa pengamat politik, dikatakan bakal menjadi pembuka jalan bagi Agus Harimurti Yudoyono ( AHY ) Ketua Komando Tugas Bersama (Kosgama) Partai Demokrat, untuk menjadi kandidat pada pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Siti Zuhro Peneliti dan Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI ) mengatakan, sudah membaca wacana itu sejak Khofifah merapat ke Demokrat.

Siti menambahkan bahwa, SBY memiliki kepentingan dan Khofifah pun juga memiliki kepentingan. Sehingga Khofifah mau berkoalisi dengan Soekarwo yang pernah menjadi musuh dan mengalahkannya di dua kali Pilgub Jatim.

Khofifah mau dipinang bekas lawannya, karena PDIP dan PKB sudah lebih dulu mengusung Syaifullah Yusuf yang mendapat restu ulama dan warga nahdiyin Jawa Timur.

Partai Demokrat mengusung Khofifah, karena ingin menjadikan Khofifah sebagai jalan bagi AHY, sedangkan Khofifah ingin dengan SBY, karena butuh kendaraan politik untuk Pilgub Jatim 2018, terangnya.

“Itulah politik, sarat dengan kepentingan,” kata ilmuan LIPI itu, di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Menanggapi hal itu, Ahmad Basarah Wakil Sekjen PDI Perjuangan menyatakan, PDIP siap berkompetisi menghadapi strategi Demokrat yang menjadikan Pilgub Jatim dan Khofifah sebagai pembuka jalan bagi AHY untuk berlaga sebagai kandidat dalam Pilpres.

“Apapun strategi Demokrat, Bu Khofifah, Mas AHY, dan Pak SBY, kami siap lahir-batin berkompetisi. Tentu dengan syarat kompetisi itu dijalankan secara sehat, jauh dari fitnah, dan mengedepankan etika,” ujar Ahmad Basarah Ketua Tim Pemenangan Internal PDIP untuk Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno.

PDIP telah bulat mengusung Joko Widodo sebagai capres di Pilpres 2019.

“Jadi siapapun yang diskenario untuk berhadapan dengan Jokowi di 2019, lewat strategi apapun termasuk konsolidasi di pilkada serentak 2018, kami siap menghadapinya. Tentu dengan syarat, sekali lagi, kompetisi politik dijalankan secara sehat,” ujarnya.

Jika Demokrat menjadikan pemenangan Khofifah di Pilgub Jatim satu paket dengan AHY di Pilpres, pihaknya juga sejak awal telah menjalankan strategi pemenangan Gus Ipul dan Puti dalam satu tarikan nafas dengan pencalonan Jokowi di Pilpres.

“Jadi sekarang semakin jelas, Gus Ipul dan Mbak Puti satu tarikan nafas dengan Pak Jokowi. Dan di sebelah lagi intip-intip ingin menjadikan Jatim sebagai pembuka jalan bagi calon di luar Pak Jokowi yang hingga saat ini mendapat dukungan luas rakyat,” kata Basarah.

Roi Suryo Wakil Ketua Umum Partai Demokrat mengakan, konsentrasi Demokrat saat ini adalah untuk memenangkan Pilgub Jatim dahulu, yang lain akan dipikirkan kemudian.

“Satu-satu dulu,” kata Roi Suryo melalui pesan singkat. (jos/ino/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Bundaran Margomulyo

Macet di Tol Waru arah Satelit

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Surabaya
Senin, 26 Oktober 2020
29o
Kurs