Rabu, 2 Desember 2020

Cek Adrenalin! Ngopi Sambil Nembak

Laporan oleh Chusnul Mubasyirin
Bagikan
Suasana O!cafe, café ikonik di Mapolda Jatim, yang menyuguhkan double experience: ngopi dan menembak. Foto: Istimewa

Menikmati kopi zaman sekarang mesti plus-plus. Terasa ada yang kurang kalau cuma ngopi, tanpa dibarengi gaya hidup lain yang bermakna. Bisa ngopi sambil menyalurkan hobi, ngopi sambil menajamkan literasi, atau ngopi bersama komunitas sambil menggagas aksi-aksi peduli.

Menikmati kopi sambil menyalurkan hobi menembak, bisa jadi tren menarik ke depan, baik bagi perorangan maupun komunitas. Apalagi eksistensi lapangan tembak semakin meningkat di Surabaya. Selain sebagai tempat para profesional beraksi, lapangan tembak itu juga melayani minat para pehobi tembak, baik mereka yang sudah kawakan maupun pemula, yang diam-diam bertumbuh.

Seiring minat yang tumbuh itu, layanan café juga menghadirkan konsep yang berbeda, menyesuaikan lingkungan tempatnya berada. O!cafe (baca: okafe) misalnya, menyuguhkan nuansa yang ikonik, sesuai keberadaannya di lingkungan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur.

“O!cafe hadir mengusung konsep yang unik dan berbeda dengan kebanyakan café yang sudah ada. Karena lokasinya di lingkungan Mapolda dan bersebelahan dengan lapangan tembak Katjoeng Permadi, nuansa yang dihadirkan menyesuaikan environmentnya,” kata Oki Mahendra Branch Manager My Kopi-O! Group, kepada suarasurabaya.net, Jumat (20/11/2020).

Karena itu, set up interior café juga menyesuaikan lingkungan kepolisian, yang tidak jauh-jauh dari seragam dan senjata. Sehingga ruangan café banyak dipenuhi artwork dan display senjata serta properti semacamnya.

Nuansa itu, ungkapnya, sangat berbeda dengan konsep café My Kopi-O! atau brand-brand lain di bawah naungannya, seperti Qua-Li, Kampong Melayu, Maulo, Kultur Haus, Dendeng O, dan lainnya yang terdiri dari 30 outlet lebih tersebar di tanah air.

“Jadi pengunjung tidak hanya bisa menikmati minuman dan makanan, tapi juga memiliki experience yang unik. Mau mencoba latihan menembak juga bisa. Tinggal menghubungi bagian khusus yang menangani latihan tembak,” jelasnya.

Konsep O!cafe yang ikonik itu, akan dibawa ke mana saja menyesuaikan lingkungannya. Kalau suatu saat nanti ada kerjasama dengan pihak museum, nuansa interiornya mungkin akan lebih heritage, dan begitu seterusnya.

Cafe di Mapolda Jatim, menurutnya, menyesuaikan dengan konsumen di lingkungan kepolisian, baik environment, menu, maupun harganya.“Soal harga, terjangkau dari level kepangkatan bawah sampai atas,” katanya.

O!cafe bukan untuk konsumen prajurit semata. Pengunjung umum, termasuk masyarakat yang sedang berkepentingan untuk berbagai urusan di Polda, juga bisa mampir.

“Komunitas tembak kebanyakan sudah menjadi langganan. Bagi pehobi menembak baru yang lagi happening, juga bisa mampir menikmati produk-produk andalan café ini,” cetusnya.

Di masa pandemi virus corona ini, O!cafe menyediakan specialty coffee untuk menjaga imunitas tubuh. Ada kopi jahe, kopi jamu kunyit, jamu latte, kopi pandan latte, dan semacamnya. Ada kopi tubruk juga. Semua sajian kopi itu diracik dengan specialty aromatic dengan rasa unik. Produknya diolah dari bahan biji kopi terbaik dari Toraja.

Sedangkan untuk menu makanan, tersedia pangsit goreng, mie tongseng ceker, sego campur Surabaya, dan swiwi goreng kaya rasa. Dilengkapi jajanan onde-onde, kentang, dan tahu crispy. Minumannya tinggal pilih teh roseberry, lemon tea, atau teh tarik. “Menu-menunya friendly. Menu yang kita sudah akrab dan terbiasa mengonsumsinya,” terangnya.

O!cafe di Mapolda Jatim ini baru buka lagi sekitar seminggu lalu, karena dampak pandemi Covid-19. Buka di masa pandemi, tentu dengan protokol kesehatan ketat, untuk menghalau penularan virus corona, tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung.

Bila Surabaya ke depan sudah memasuki zona hijau, Oki sudah menyiapkan rencana ingin menyajikan produk yang selalu baru, bervariasi, dan tidak ditemui di tempat lain.

“Terutama nuansa pengalaman menembak, ingin kita kentalkan lagi, sehingga pelanggan bisa merasakan double experience, ngopi dan menembak,” cetusnya. (cus/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah, 12 PMK Di lokasi

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Surabaya
Rabu, 2 Desember 2020
30o
Kurs