Minggu, 14 Juli 2024

Polah Tanpa Aran Prihatin Bertambahnya Korban Covid-19, Besut Wadul Joko Dolog

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Besut yang membentangkan kain putih sebagai bentuk keprihatinan pada kondisi bertambahnya korban Covid-19. Foto: Humas Samin

Mengemas aksi teaterikal terkait terus bertambahnya korban Covid-19 di sejumlah kota, termasuk Bangkalan, Madura, gelaran Polah Tanpa Aran ditampilkan Besut yang mengadu pada Joko Dolog.

“Ini refleksi keprihatinan. Saat ini masyarakat semakin buntu aktivitasnya lantaran Covid-19 terus bertambah korbannya. Di Bangkalan, di Surabaya dan kota-kota lain di Jawa Timur. Kami prihatin. Secara simbolis kami wadul pada Joko Dolog, ” ujar Meimura yang memainkan sosok Besut, Selasa (15/6/2021).

Mengenakan pakaian serba putih ditambah selendang warna merah, Besut melakukan dialog dengan patung Joko Dolog yang berada di kawasan Taman Apsari, Surabaya.

Menyeret, memasangkan kain putih pada patung Joko Dolog, aksi yang dilakukan Meimura menjadi perhatian warga masyarakat di sekitar lokasi. Meskipun tidak lama, aksi yang ditampilkan Besut menjadi pengingat juga bahwa Covid-19 belum tuntas di negeri ini.

“Judulnya Polah Tanpa Aran. Gerakan yang kami tampilkan memang lebih pada olah tubuh. Ini juga berhubungan dengan virus Covid-19 yang tidak berwujud. Tetapi dapat membunuh. Karena itulah aksi kami beri judul Polah Tanpa Aran, ” tegas Meimura.

Meimura sutradara yang juga Seniman panggung juga dikenal sebagai pegiat Ludruk dan kerap tampil melakukan performance dengan mengenakan dandanan Besut atau Rusmini. Dua sosok ini merupakan tokoh Ludruk masa lalu yang juga dikenal sebagai founder Ludruk tradisional.

Sementara itu, Selasa (15/6/2021) aksi Surabaya on Stage Festival yang masih digelar di Sanggar Anak Merdeka Indonesia (Samin) menampilkan beragam aksi seni oleh siswa sekolah hingga para seniman yang ingin menampilkan karya-karya terbarunya di masa pandemi Covid-19 ini.

“Khusus untuk Surabaya on Stage Festival tetap kami gelar dan diisi para siswa dan mereka yang ingin menampilkan karya-karya terbarunya di pandemi Covid-19 ini. Seperti yang pernah kami sampaikan panggung kami gelar sampai 17 Agustus 2021 bertepatan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia,” pungkas Meimura pengelola Samin. (tok/iss/ipg)

 

Berita Terkait

SAMIN Berikan Ruang Ekspresi di Masa Pandemi


..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Minggu, 14 Juli 2024
21o
Kurs