Senin, 23 Mei 2022

Tips Mengikuti UTBK Saat Bulan Ramadan

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Peserta UTBK 2021 di Unesa Mematuhi Protokol Kesehatan. Foto: Humas Unesa

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun ini terasa berbeda. Sebab, sebagian besar pelaksanaan UTBK bertepatan dengan bulan Ramadan 1442 Hijriah. Sehingga, fisik dan mental perlu disiapkan secara matang. Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar ujian berjalan lancar, puasa pun aman.

“Fisik yang prima perlu disiapkan secara matang jelang ujian. Salah satunya dengan memenuhi asupan tubuh dengan makanan bergizi seimbang dan memenuhi unsur karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan cairan,” ujar Muchamad Arif Al Ardha, S.Pd., M.Ed dosen Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Dia menambahkan ada tiga pedoman dalam memenuhi kebutuhan gizi yang baik. Pertama, bahan makanan berasal dari sumber yang beragam. Kedua, berimbang yang berarti sesuai dengan kebutuhan, tidak lebih dan tidak kurang. Ketiga, bergizi dan sehat, berarti bahan makanan harus dalam kondisi baik serta aman dari bahan-bahan yang dapat membahayakan kondisi tubuh seperti pengawet dan pemanis buatan.

Selain itu, untuk mencegah dehidrasi, setiap peserta UTBK yang berpuasa harus memenuhi kebutuhan air yang cukup, yaitu dengan mengonsumsi minimal dua gelas air putih sebelum sahur dan satu gelas air putih setelah sahur.

“Konsumsi air putih yang cukup memiliki manfaat untuk mengedarkan nutrisi dan gizi ke seluruh tubuh, meregenerasi sel-sel kulit agar terlihat lebih muda, mencegah sembelit serta membantu mengeluarkan racun melalui urine dan keringat,” ungkap Ardha.

Menurutnya, peserta juga perlu mengimbangi makanan bergizi dengan istirahat yang cukup serta menghindari metode belajar SKS (Sistem Kebut Semalam) jelang pelaksanaan tes UTBK agar tubuh terasa bugar keesokan harinya.

“Kualitas tidur yang baik dapat diindikasi dari jam tidur yang tidak terpotong-potong. Selain itu, penting untuk mematikan lampu selama tidur agar  tubuh memproduksi hormon melatonin yang dapat memicu rasa kantuk,” tambahnya.

Lebih lanjut, aktivitas fisik ringan seperti melakukan peregangan (stretching) selama 20-40 menit per hari dapat menambah kemampuan otak dalam menyerap oksigen yang dibutuhkan dalam proses berfikir.

Dengan menerapkan tips di atas, tubuh akan terasa fit dan bugar. Terdapat indikator kebugaran tubuh yang bisa diperhatikan yaitu tubuh tidak akan terasa letih di malam hari meskipun telah beraktivitas seharian, atau setelah lembur di malam hari, esok paginya tidak merasa lelah. (frh/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 23 Mei 2022
30o
Kurs