Kamis, 8 Desember 2022

IDAI Imbau Orang Tua Pastikan Protein Hewani Pada Anak Cukup

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Telur ayam. Foto : Istimewa

Dr. Piprim Basarah Yanuarso Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau agar para orang tua memastikan kecukupan kebutuhan protein hewani pada anak untuk mencegah terjadinya stunting.

“Cukupilah kebutuhan protein hewaninya, itu yang paling penting. Jadi jangan asal kenyang, karena makronutrisi, mikronutrisi, vitamin, itu semuanya ada di protein hewani. Yang murah itu kan ikan, telur, dan hati ayam, itu sudah komplit vitamin yang ada di situ dan kandungan zat besinya ada di situ,” kata Piprim, seperti dikutip Antara, Selasa (27/9/2022).

Ia menambahkan bahwa Stunting merupakan kondisi kekurangan nutrisi berkepanjangan, sehingga menyebabkan anak memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang atau berada di bawah standar.

Piprim menjelaskan untuk mencegah stunting itu dengan memastikan semua anak-anak, khususnya balita di seribu pertama hari kehidupan, memiliki kecukupan asupan protein hewani agar dia bisa bertumbuh.

Ia juga mengatakan, anak yang kekurangan asam amino esensial, yang terkandung dalam protein hewani, dapat menghambat tumbuh kembang anak yang kemudian berpotensi terjadinya stunting.

Menurutnya, masih banyak orangtua yang memberikan makanan pada anak dengan tujuan asal kenyang dengan menambahkan banyak karbohidrat dan melewatkan menu protein hewani.

“Makan asal kenyang ini masih banyak di masyarakat kita. Edukasi itu salah satu kuncinya. Harus dipahamkan bahwa kalau anaknya mau bebas stunting, mau tinggi, mau cerdas, protein hewani harus diberikan,” katanya.

Selain itu, Piprim juga mengingatkan bahwa nutrisi esensial yang sangat penting bagi anak kerap terabaikan, karena didominasi makanan-makanan junk food yang tinggi kalori namun miskin nutrisi. Ia pun mengajak masyarakat, terutama orang tua, untuk kembali mengonsumsi makanan alami yang bukan diproduksi dari pabrik.

“Makanan alami itu seperti sayur hijau, buah-buahan, protein hewani. Itu adalah makanan-makanan alamiah yang dimasak bukan dibuat pabrik yang dikemas di dalam kardus, bukan snack-snack yang tinggi gula, tinggi kalori, tapi miskin nutrisi,” ujarnya.

Piprim menegaskan bahwa pola makan yang benar selain dapat mencegah stunting juga bisa mencegah obesitas. Dia melihat bahwa kondisi saat ini memprihatinkan, mengingat masih ada anak-anak dengan stunting di sisi lain juga anak-anak dengan obesitas. Hal tersebut dikarenakan kekeliruan dalam memilih jenis makanan sehat yang harusnya dikonsumsi anak-anak.

“Makanan sehat itu kaya nutrisi, cukup kalori. Makanan yang tidak sehat itu, tinggi kalori tapi miskin nutrisi,” tegasnya. (ant/des/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Kamis, 8 Desember 2022
25o
Kurs