Senin, 15 Agustus 2022

Melihat Persebaya dari Kacamata Founder Stats Rawon

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Bonek Mania memberikan dukungan kepada Persebaya dalam satu laga. Foto: Instagram Official Persebaya

Persebaya Surabaya di mata Dion Prasetya, Founder Stats Rawon bukan hanya sekedar klub sepak bola yang dicintainya. Dion juga mencintai lika-liku perjalanan Persebaya yang tahun ini berusia ke-95, mulai dari yang pahit hingga yang manis.

Dion kecil waktu itu masih berusia sekitar lima tahun saat orang tuanya sering mengajaknya ‘nribun’ di tahun 1990an. Masih lekat di ingatannya suasana stadion Gelora 10 November waktu itu.

“Dulu masuk stadion orang-orang nggak cuma bawa diri, mereka bawa radio untuk ndengerin komentator. Yang paling diinget ada orang jualan lumpia di tribun,” kata Dion saat dihubungi Radio Suara Surabaya, Sabtu (18/6/2022).

Sebagai Arek Suroboyo, dia mengaku adalah sebuah keniscayaan kalau mencintai Persebaya. Meskipun saat itu juga ada klub Mitra Surabaya, namun yang ada di benak Dion adalah Persebaya.

“Persebaya adalah entitas yang berbeda karena berkompetisi di perserikatan, Mitra di Galatama. Saya pikir yang saya dukung waktu itu adalah tim dengan supporter paling banyak,” jelasnya.

Bahkan sebagai bukti cintanya, ia menuliskan buku berjudul ‘Persebaya and Them, Jejak Legion Asing Persebaya’ yang terbit tahun 2018.

Saat ditanya kenapa buku, Dion menjawab “karena Persebaya tim yang tua di Indonesia. Tidak banyak literatur yang membahas. Saya ingin anak cucu kita bisa mengetahui sejarah pemain Persebaya, termasuk pemain asingnya.”

Buku ini berisi pengamatannya terhadap pemain asing Persebaya mulai tahun 1995 sampai 2018.

Ia mengenang pengalaman pahit yang didapat Persebaya saat mengontrak pemain asing bernama Miramar Daroha dari Brazil.

“Persebaya tahun ’95 pernah mengontrak Miramah Daroha. Sudah dikontrak, belum main eh dia cedera. Ternyata pengalaman manisnya di tahun ’96-97, ada pemain asal Brazil yang direkrut era Jackson F Tiago yang jadi legenda sampai sekarang,” terangnya.

Tak hanya menelurkan buku, ia pun menginisiasi Stats Rawon, situs yang menampilkan statistik pemain Persebaya mulai yang merumput di masa lalu hingga sekarang.

Menurut Dion, di era sepak bola modern seperti sekarang statistik pemain adalah hal yang diminati. Selain itu ia ingin Bonek, sebutan fans Persebaya, mengenal baik pemain Persebaya dari masa ke masa.

“Lewat ini saya bisa tahu ternyata Mat Halil jadi pemain yang paling banyak bermain dengan 344 kali pertandingan,” jelasnya.

Kepada Persebaya yang bertambah usia hari ini, Dion berharap agar Bajul Ijo bisa dikelola secara profesional dan mengurangi intrik. Ia tak ingin Bajul Ijo kembali terjebak dalam pusaran politik seperti beberapa tahun lalu, sempat hidup disokong APBD namun kemudian sulit membayar gaji karena panggung kontestasinya redup.

Tak lupa ia juga menyematkan doa untuk Bonek Mania agar makin dewasa, seiring usia Persebaya yang bertambah.

“Kita haus akan prestasi. Untuk dulur-dulur Bonek terima kasih sudah membersamai Persebaya sampai sekarang. Semoga semakin hari bisa menjadi komunitas supporter yang dewasa, tidak merugikan klub maupun sesama Bonek,” pungkasnya.(dfn)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Senin, 15 Agustus 2022
27o
Kurs