Selasa, 23 April 2024

65 Persen Keterampilan Kerja Berubah pada 2030 karena AI

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Artifial intelligence (AI) alias kecerdasan buatan. Foto : Antara

LinkedIn memproyeksikan 65 persen keterampilan yang dibutuhkan untuk berbagai jenis pekerjaan di dunia akan berubah pada 2030. Ini seiring perkembangan pesat kecerdasan artifisial (AI) dalam mengakselerasikan perubahan.

“AI membawa kita ke dunia kerja yang baru, membentuk ulang pekerjaan, bisnis, dan industri. Dengan banyaknya perubahan yang terjadi ini, para pemimpin bisnis harus menilai keterampilan yang dibutuhkan sekarang dan di tahun-tahun berikutnya,” kata Rohit Kalsy Country Leader Indonesia at LinkedIn dilansir Antara pada Rabu (4/10/2023).

Ia menjelaskan, tenaga profesional di Indonesia menjadi yang paling antusias untuk memakai AI dalam bekerja (99 persen). Dibandingkan dengan pasar lain di Asia Pasifik, seperti Australia (84 persen), Singapura (97 persen), Malaysia (96 persen), dan Jepang (75 persen).

“Hampir 67 persen tenaga profesional di Indonesia juga menantikan penggunaan AI dalam mendapatkan nasihat karier atau menangani situasi sulit di tempat kerja,” ujarnya.

Melalui penelitian, LinkedIn mencatat kenaikan lowongan pekerjaan yang menyebut AI dan AI Generatif hingga lebih dari 2,4 kali lipat.

Jumlah lamaran hingga 1,7 kali di Asia Tenggara selama periode 2021-2023, dibandingkan lowongan pekerjaan yang tidak menyebutkan AI atau AI Generatif.

Selain itu, mayoritas tenaga SDM (HR) secara global atau hingga 80 persen, percaya bahwa AI akan membantu kerja selama lima tahun ke depan.

Guna fokus pada peran yang lebih strategis dan humanis, memperkuat hubungan dengan kandidat dan karyawan, serta melakukan lebih banyak pekerjaan yang kreatif.

“HR berada di posisi sentral untuk memastikan sebuah bisnis memiliki talenta dan keterampilan yang dibutuhkan. AI pun akan menjadi alat yang penting, yang membantu mereka untuk fokus pada aspek humanis, seperti menjalin koneksi dan membangun hubungan dengan kandidat karyawan dan menumbuhkan budaya perusahaan yang kuat,” kata Kalsy. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Surabaya
Selasa, 23 April 2024
27o
Kurs