Minggu, 3 Maret 2024

Waspada, Begadang dan Jarang Berolahraga Tingkatkan Risiko Stroke pada Usia Muda

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Pria berolahraga. Foto: pexels Olahraga teratur dan disebut dapat menghindarkan dari risiko stroke pada usia muda. Foto: Pexels

Kebiasaan begadang dan tidak olahraga sama sekali merupakan faktor gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke pada usia muda.

Dilansir dari Antara, gaya hidup yang dimaksud antara lain ialah kurang olahraga, makan tidak teratur, darah tinggi, dan gula darah tinggi.

Faktor usia dan jenis kelamin merupakan faktor risiko yang tidak bisa dihindari. Pada laki-laki kejadian stroke banyak dialami pada usia di atas 45 tahun, sedangkan wanita di atas 55 tahun.

Meski tak bisa diubah, faktor risiko tersebut bisa diperbaiki sehingga kemungkinan terjadi stroke mengecil dan seseorang bisa hidup sehat seperti orang biasa.

“Kalau itu sudah diperbaiki, kemungkinan (stroke) akan kecil. Sehingga bisa hidup seperti orang biasa, sehat, badan kurus, hipertensi tidak ada, diabetes tidak ada,” kata Dr. dr. Rakhmad Hidayat, Sp.S(K), MARS dokter spesialis neurologi.

Merokok dan obesitas disebut menyumbang peran utama dalam setiap penyakit, termasuk stroke. Seseorang dikategorikan obesitas jika memiliki lingkar perut lebih dari 102 cm untuk pria dan 92 cm untuk wanita.

Faktor risiko juga termasuk genetika yang diperburuk dengan gaya hidup tidak sehat.

Penyembuhan stroke harus dilakukan dalam batas waktu 4,5 – 6 jam saat serangan terjadi. Pasien harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk diberikan obat pengencer bekuan darah.

“Berlakunya enam jam. Lebih dari itu perbaikannya tidak terlalu bagus,” kata Rakhmad. (ant/mel/saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
27o
Kurs