Rabu, 29 Mei 2024

Google Beri Opsi Tak Bagikan Data Bagi Pengguna di Uni Eropa

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Arsip foto - Logo Google di kantor mereka di New York City, Amerika Serikat (20/1/2023). Foto : Antara

Pengguna layanan dan aplikasi besutan Google di Uni Eropa (UE) saat ini memiliki opsi untuk tidak membagikan data kepada sejumlah aplikasi.

Perubahan pada kontrol data untuk pengguna di UE itu diambil Google sebagai respon atas kehadiran regulasi Digital Market Act (DMA) yang mulai berlaku pada 6 Maret 2024.

Dilansir Antara pada Minggu (14/1/2024), kebijakan baru tersebut memungkinkan penggunanya memiliki lebih banyak kewenangan dalam menyesuaikan ketentuan berbagi data secara terperinci di aplikasi-aplikasi populer besutan Google seperti YouTube, Maps, Chrome, Search, Play, Shopping dan layanan iklan.

Pengguna Google di UE memiliki kebebasan untuk berhenti membagikan datanya baik secara keseluruhan, sebagian, atau tidak sama sekali kepada layanan-layanan yang dimaksud.

Meski begitu, masih ada batasan tertentu terkait dengan pembagian data tersebut. Google menyebutkan pembagian data secara konsisten akan terjadi dalam situasi tertentu misalnya terkait dengan penyelesaian transaksi, mematuhi kewajiban hukum, atau mencegah penipuan.

Google juga mengatakan terdapat konsekuensi jika pengguna berhenti membagikan data dengan platform tersebut. Membagikan data kepada Google bisa membuat konten dan iklan lebih personal.

Apabila pengguna memilih berhenti membagikan data sepenuhnya, besar kemungkinan fitur-fitur yang sebelumnya ada dapat hilang.

Contohnya apabila pengguna berhenti berbagi data pelacakan lokasinya dengan Google Maps, maka saat membuka aplikasi tersebut daftar pencarian sebelumnya akan hilang. (ant/saf/ham)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Bus di Trowulan Mojokerto

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Surabaya
Rabu, 29 Mei 2024
27o
Kurs