Selasa, 15 September 2026

Abu Vulkanik Bisa Rusak Paru-paru, Kenali Risiko Silikosis dan Cara Mencegahnya

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
dr. Venny Singgih, Sp.P., dosen Fakultas Kedokteran UK Petra saat membahas mengenai bahaya material abu vulkanik bagi paru-paru. Foto: UK Petra

Menurut Venny, dampak paparan abu vulkanik dapat muncul dalam waktu singkat maupun berkembang menjadi masalah kesehatan dalam jangka panjang.

“Secara akut, paparan konsentrasi tinggi akan langsung memicu reaksi pada mata seperti pedih dan berair, kulit gatal dan muncul ruam hingga gangguan saluran napas. Debu yang masuk memicu iritasi yang membuat saluran napas menyempit, membengkak, dan memproduksi lendir berlebih. Hal ini bisa menyebabkan batuk hebat, sesak napas, hingga penurunan saturasi oksigen,” jelas Venny dalam keterangan tertulis pada Selasa (15/9/2026).

Risiko yang lebih serius dapat muncul ketika seseorang terpapar debu silika kristalin dalam konsentrasi rendah tetapi berlangsung selama berbulan-bulan hingga waktu yang panjang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan silikosis.

“Sifat debu silika ini tidak dapat dieliminasi oleh tubuh dengan cara apapun. Akibatnya, timbul fibrosis atau jaringan parut permanen yang menurunkan fungsi paru secara ireversibel dan tidak bisa disembuhkan. Hanya dapat direhabilitasi,” tegasnya.

Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah dengan potensi paparan material vulkanik perlu mengurangi kontak langsung dengan abu.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Selasa, 15 September 2026
28o
Kurs