Sementara untuk vaksinasi HPV nasional, sebelumnya telah diberikan kepada anak perempuan kelas lima dan enam SD atau usia sekitar 11-12 tahun. Vaksin diberikan untuk membentuk perlindungan sebelum seseorang aktif secara seksual dan memiliki risiko terpapar HPV.
Ari menyebut vaksin HPV memiliki efektivitas tinggi dalam mencegah kanker serviks. Jika diberikan kepada anak atau remaja perempuan berusia 9-14 tahun yang belum aktif secara seksual dan belum pernah terinfeksi HPV, efektivitasnya dapat mencapai sekitar 90 persen.
Namun, perlindungan pada perempuan dapat semakin diperkuat apabila penularan dari laki-laki juga ditekan melalui vaksinasi.
Selain vaksinasi, Ari menilai khitan juga memiliki relevansi dalam menekan penularan HPV. Laki-laki yang telah dikhitan memiliki risiko lebih rendah terpapar virus, karena kulup atau preputium yang rentan mengalami luka mikro telah dihilangkan.
“Khitan memiliki relevansi kuat dengan pencegahan infeksi HPV. Ada bagian yang tak terpisahkan, antara vaksinasi HPV pada kedua jenis kelamin dengan khitan,” tulisnya.

NOW ON AIR SSFM 100

