Menurut Ari, kondisi lembap di sekitar kulup dapat menjadi lingkungan yang memungkinkan virus bertahan dan berkembang. Karena itu, khitan dapat membantu menurunkan peluang infeksi sekaligus mempercepat proses pembersihan virus apabila seseorang terpapar.
“Karena itulah laki-laki yang dikhitan (membuang kulup), memiliki risiko yang jauh lebih rendah terpapar HPV. Jika toh terpapar virus, kecepatan mekanisme pembersihannya (clearance), jauh lebih cepat dibanding yang tidak dikhitan,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Ari menekankan, manfaat vaksinasi HPV pada laki-laki bukan semata-mata untuk melindungi perempuan dari kanker serviks. HPV juga dapat menyebabkan masalah kesehatan pada laki-laki, mulai kutil kelamin hingga sejumlah kanker seperti kanker penis, anus, dan tenggorok.
HPV sendiri memiliki sedikitnya 200 tipe. HPV tipe 16 dan 18 dikenal sebagai pemicu utama kanker serviks, sedangkan tipe 6 dan 11 lebih sering menyebabkan kutil kelamin.
Penularannya terutama terjadi melalui aktivitas seksual. Infeksi juga sering berlangsung tanpa gejala sehingga seseorang dapat tidak mengetahui kapan maupun dari siapa dirinya tertular.

NOW ON AIR SSFM 100

