Risiko menjadi lebih besar pada seseorang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, termasuk orang dengan HIV/AIDS, karena tubuh lebih sulit membersihkan infeksi HPV yang menetap.
Karena itu, memperluas vaksinasi kepada laki-laki dapat memberikan manfaat ganda: melindungi penerima vaksin sekaligus mengurangi kemungkinan virus ditularkan kepada pasangan.
Ari menjelaskan, vaksin HPV bekerja dengan menggunakan antigen berupa virus-like particle (VLP) untuk merangsang tubuh membentuk kekebalan. VLP menyerupai bagian virus sehingga dapat dikenali sistem imun, tetapi tidak menyebabkan seseorang terinfeksi HPV.
“Setelah substansi kekebalan terbentuk, akan bertindak seperti ‘palang pintu’. Akibatnya HPV tidak mampu memasuki/menyerang sel-sel tubuh,” tulis Ari.
Ia juga menegaskan bahwa kandungan vaksin tersebut tidak menyebabkan infeksi HPV maupun mengganggu kesuburan. Beberapa jenis vaksin HPV memiliki cakupan perlindungan berbeda. Vaksin bivalen melindungi terhadap HPV tipe 16 dan 18, sementara vaksin tetravalen atau kuadrivalen mencakup tipe 6, 11, 16, dan 18.

NOW ON AIR SSFM 100

