Jumat, 16 Oktober 2026

Dokter Sebut Penundaan Vaksin pada Anak Tingkatkan Risiko Infeksi

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Vaksin polio pada anak putaran pertama di Kota Surabaya. Foto: Diskominfo Kota Surabaya Ilustrasi - Vaksin polio pada anak putaran pertama di Kota Surabaya. Foto: Diskominfo Kota Surabaya

Ia menjelaskan, sistem kekebalan tubuh anak pada masa pertumbuhan masih berkembang, sehingga lebih rentan terserang penyakit infeksi yang dapat menimbulkan komplikasi serius. Melalui vaksinasi, tubuh membentuk antibodi yang membantu melawan virus atau bakteri saat paparan terjadi.

Sejumlah penyakit seperti campak, polio, difteri, pertusis, hingga hepatitis menurutnya dapat dicegah melalui imunisasi. Namun, penyakit-penyakit tersebut tetap berpotensi muncul kembali apabila cakupan vaksinasi menurun.

Selain melindungi anak secara individu, ia menyebut vaksinasi juga berperan penting dalam memutus rantai penularan penyakit di masyarakat, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh lemah.

Deddy menambahkan, efek samping ringan setelah imunisasi seperti demam, kemerahan, atau nyeri di area suntikan merupakan reaksi yang normal dan umumnya hanya berlangsung satu hingga dua hari.

“Risiko yang dihadapi apabila anak tidak mendapatkan vaksin jauh lebih besar dibandingkan efek samping ringan tersebut,” ujarnya.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
25o
Kurs