Ia menjelaskan, sistem kekebalan tubuh anak pada masa pertumbuhan masih berkembang, sehingga lebih rentan terserang penyakit infeksi yang dapat menimbulkan komplikasi serius. Melalui vaksinasi, tubuh membentuk antibodi yang membantu melawan virus atau bakteri saat paparan terjadi.
Sejumlah penyakit seperti campak, polio, difteri, pertusis, hingga hepatitis menurutnya dapat dicegah melalui imunisasi. Namun, penyakit-penyakit tersebut tetap berpotensi muncul kembali apabila cakupan vaksinasi menurun.
Selain melindungi anak secara individu, ia menyebut vaksinasi juga berperan penting dalam memutus rantai penularan penyakit di masyarakat, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti bayi, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh lemah.
Deddy menambahkan, efek samping ringan setelah imunisasi seperti demam, kemerahan, atau nyeri di area suntikan merupakan reaksi yang normal dan umumnya hanya berlangsung satu hingga dua hari.
“Risiko yang dihadapi apabila anak tidak mendapatkan vaksin jauh lebih besar dibandingkan efek samping ringan tersebut,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

