Influenza Tipe A pada anak perlu diwaspadai karena gejalanya dapat berlangsung lebih lama dari flu biasa dan berisiko berkembang hingga menyerang paru-paru.
Dokter Gina Noor Djalilah, Spesialis Anak sekaligus dosen Fakultas Kedokteran UM Surabaya, mengatakan bahwa gejala Influenza Tipe A yang ditemukan pada anak tidak selalu selesai dalam waktu tiga sampai lima hari.
Batuk, flu, dan hidung tersumbat dapat berlangsung lebih lama dan pada kondisi tertentu berkembang hingga mengenai paru-paru dengan gejala yang lebih berat.
“Gejala yang saya temukan di lapangan itu demam tinggi muncul tiba-tiba. Batuknya itu batuk kering. Jadi bukan batuk yang berdahak gitu. Lalu pusing, pegal-pegal nyeri otot dan beberapa kasus yang memang juga sakit tenggorokan,” katanya pada Selasa (15/9/2026).
Faktor pemicunya karena kemarau panjang yang membuat virus lebih cepat berkembangbiak.
“Tapi ini sebetulnya bisa terjadi musim apapun, tetapi akan jauh lebih rentan pada musim-musim yang memang musim kemarau di mana tingkat kelembabannya lebih tinggi, sehingga mikroorganisme, enggak cuma virus, bakteri, parasit, jamur jauh lebih cepat berkembangbiak ketimbang yang dia lembab,” bebernya lagi.
Penularannya sama dengan semua jenis influenza, yaitu lewat percikan air liur saat bersin atau berbicara.
“Orang dewasa sendiri juga mungkin dia tidak memiliki gejala atau belum bergejala. Tetapi di dalam dalam tubuhnya sudah ada virus ini. Sehingga orang dewasa ini berpotensi untuk bisa menularkan gitu ke anak-anak yang lebih kecil,” paparnya.
Cara pencegahan yang efektif menurutnya, melakukan vaksinasi setiap tahun sekali baik anak maupun dewasa.
“Kalau vaksin ya memang itu yang kemudian bisa untuk membuat mereka enggak lebih parah,” ujarnya.
Kebiasaan lain, lanjutnya, harus memakai masker untuk mencegah menularkan atau tertular virus. Kemudian mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir agar lebih efektif membunuh virus.
“Karena bentuknya virus itu sendiri komponennya adalah lemak. Begitu juga dengan sabun ya. Sabun ketemu sabun luntur. Jadi bukan air aja. Kalau air aja ada kuman di tangan ya enggak hilang,” tandasnya. (lta/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

