Hasilnya menunjukkan kelompok yang melakukan empat sesi latihan mengalami penurunan tekanan darah lebih besar dibandingkan kelompok dengan dua sesi.
Meski demikian, penelitian lanjutan dengan jumlah peserta lebih besar masih diperlukan untuk memastikan efektivitas temuan tersebut dalam jangka panjang, terutama bagi penderita hipertensi.
Ebinger menjelaskan, perubahan tekanan darah akibat kebiasaan berjalan kaki umumnya mulai terlihat setelah sekitar tiga bulan apabila dilakukan secara konsisten.
Manfaatnya tidak hanya berkaitan dengan tekanan darah. Aktivitas berjalan kaki juga dapat membantu mengendalikan berat badan, memperbaiki kadar kolesterol, serta menjaga kestabilan gula darah.
Namun, manfaat tersebut perlu dipertahankan melalui aktivitas fisik yang berkelanjutan. Bienstock mengingatkan bahwa hasil positif dari rutinitas berjalan kaki dapat berkurang ketika seseorang menghentikan kebiasaan tersebut.
Ia merekomendasikan jalan kaki selama 30 hingga 40 menit dengan intensitas sedang sebanyak lima hari dalam sepekan. Bagi yang belum terbiasa berolahraga, durasi lebih singkat sekitar 20 menit tetap bisa menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan aktif. (ant/saf/ham)





