Dilansir dari Antara, dampak konser juga terlihat pada sektor akomodasi. Tingkat keterisian hotel di sekitar lokasi penyelenggaraan dilaporkan mendekati 100 persen seiring meningkatnya kebutuhan penginapan dari penonton yang datang ke Jakarta.
Dari sisi ketenagakerjaan, konser tersebut melibatkan sekitar 5.000 pekerja. Mereka mencakup tenaga produksi, tim operasional belakang panggung, hingga pekerja pendukung yang terlibat dalam pelaksanaan acara.
Promotor juga mencatat sekitar 70.000 penonton menghadiri konser tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 25.000 orang berasal dari luar negeri, dengan asal penonton tersebar di 80 negara. Australia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Tiongkok menjadi tujuh negara penyumbang penonton terbanyak.
Kehadiran puluhan ribu penonton internasional tersebut menunjukkan potensi konser musik sebagai salah satu daya tarik wisata yang dapat mendatangkan pengunjung mancanegara sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di destinasi penyelenggaraan.
Kementerian Pariwisata turut mendukung persiapan konser melalui fasilitasi administratif, termasuk penerbitan surat rekomendasi untuk pengajuan perizinan, rekomendasi terkait visa dan kemudahan keimigrasian, serta rekomendasi kepabeanan untuk kebutuhan peralatan konser.
NOW ON AIR SSFM 100

