Rabu, 16 September 2026

Macklemore Dikeluarkan, Sejumlah Musisi Mundur dari Tur Ed Sheeran

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ed Sheeran dan Macklemore ketika bersama di atas panggung. Foto: Getty Images

Sejumlah musisi yang terlibat dalam tur Ed Sheeran, memutuskan mundur sebagai bentuk protes setelah Macklemore dikeluarkan dari rangkaian tur karena menyuarakan dukungannya terhadap Palestina.

Finneas, Lukas Graham, Beoga, dan Aaron Rowe menjadi sejumlah musisi yang mengambil sikap tersebut.

Finneas, adik sekaligus kolaborator Billie Eilish, sedianya tampil dalam tur Ed Sheeran di Amerika Selatan akhir tahun ini. Namun, dia memutuskan menarik diri dari daftar penampil.

“Seniman tidak boleh dibungkam saat mereka menyuarakan pembelaan bagi kaum tertindas,” tulis Finneas melalui Instagram.

“Saya telah memutuskan untuk mundur dari jadwal tur mendatang bersama Ed Sheeran. Saya berdiri bersama Palestina dan rakyatnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Beoga yang menjadi band pengiring Ed Sheeran juga mengumumkan keputusan meninggalkan tur Loop di Amerika Serikat.

Beoga menyebut keputusan itu diambil setelah Macklemore “dibungkam” oleh kelompok yang mereka sebut sebagai lobi Zionis.

“Kami adalah orang-orang Irlandia yang memahami kolonialisme,” tulis Beoga.

Beoga juga menyatakan diri sebagai anggota pendiri gerakan Irish Artists for Palestine dan menegaskan komitmen mereka terhadap perjuangan keadilan.

Aaron Rowe, yang sebelumnya menjadi salah satu pengganti Macklemore dalam sisa jadwal tur Ed Sheeran di Amerika Serikat, juga memilih mundur.

“Saya tidak bisa tinggal diam dan membiarkan miliarder menggunakan posisi kekuasaan mereka untuk membungkam suara yang berbicara menentang genosida Israel dan menyoroti pembunuhan anak-anak yang brutal,” kata Rowe.

Lukas Graham turut mengambil sikap. Band asal Denmark itu mengucapkan terima kasih kepada Ed Sheeran atas kesempatan yang diberikan, tetapi menyatakan uang tidak seharusnya menentukan siapa yang boleh berbicara.

“Uang tidak memberi Anda hak untuk menguasai percakapan,” tulis Lukas Graham.

“Tidak ada saldo rekening bank yang seharusnya menentukan siapa yang boleh berbicara atau penderitaan mana yang boleh kita akui,” lanjutnya.

Keputusan tersebut berkaitan dengan kontroversi yang muncul setelah Macklemore menyampaikan dukungan terhadap Palestina ketika menjadi penampil pembuka tur Ed Sheeran di sejumlah pertunjukan di New Jersey.

Dari atas panggung, Macklemore menyerukan agar warga Gaza dan Tepi Barat mengetahui bahwa mereka “tidak dilupakan”. Dia juga mengatakan setiap manusia berhak memperoleh kebebasan yang sama.

Macklemore kemudian menyerukan “Free Palestine” dan menyebut sejumlah wilayah serta negara lain sebelum membawakan lagu “Hind’s Hall”, lagu yang berkaitan dengan dukungannya terhadap Palestina.

Dalam penampilan tersebut, rekaman mengenai Gaza ditampilkan di layar.

Setelah itu, Israeli-American Council menyerukan agar Macklemore dikeluarkan dari tur. Organisasi itu menuduh Macklemore menggunakan panggungnya untuk memajukan agenda politik yang dianggap hanya berpihak pada satu sisi.

Macklemore kemudian membela pernyataannya dan mengatakan perjuangan untuk kesetaraan seharusnya tidak menjadi sesuatu yang kontroversial.

Ia juga mengeluarkan pernyataan panjang setelah tidak lagi menjadi bagian dari tur. Macklemore mengatakan bahwa dirinya bukan korban dan meminta perhatian tetap diarahkan kepada warga Palestina yang menurutnya menjadi korban konflik.

“Korban adalah rakyat Palestina. Laki-laki, perempuan, dan anak-anak yang telah dibunuh, dibuat kelaparan, dipindahkan secara paksa, dan dipaksa menjalani kekerasan yang tidak terbayangkan,” katanya.

Macklemore juga menyebut, lebih dari 20.000 anak telah terbunuh di Gaza. Pernyataan angka itu merupakan klaim yang disampaikan Macklemore dalam pernyataannya.

Robert Kraft pemilik New England Patriots dan Gillette Stadium, kemudian mengonfirmasi keterlibatannya dalam keputusan Macklemore tidak tampil pada konser Ed Sheeran di Gillette Stadium pada 25 dan 26 September.

Kraft mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan penampilan Macklemore di panggung Ed Sheeran di New Jersey serta apa yang disebutnya sebagai riwayat retorika dan penggunaan simbol antisemit yang dinilai melukai komunitas Yahudi.

Menurut Kraft, Gillette Stadium tidak menyediakan panggung untuk ujaran kebencian.

Dia menegaskan, keputusan tersebut bukan untuk mengurangi penderitaan warga Palestina atau menolak hak siapa pun untuk menyuarakan dukungan kepada mereka.

Namun, Kraft juga mengatakan advokasi tersebut tidak seharusnya dilakukan dengan mengorbankan komunitas Yahudi ataupun mengabaikan tanggung jawab Hamas. Kraft juga menyatakan terbuka untuk bertemu dengan Macklemore guna membahas persoalan tersebut.

Sementara itu, Ed Sheeran sebelumnya mengatakan dirinya tidak terlibat dalam keputusan itu. Ia menyebut telah berupaya mencari solusi dan membangun jembatan, tetapi tidak berhasil.

Hingga kini, Sheeran belum memberikan tanggapan atas keputusan Finneas, Beoga, Aaron Rowe, dan Lukas Graham untuk meninggalkan rangkaian tur tersebut. (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 16 September 2026
32o
Kurs