Minggu, 25 Oktober 2026

Marak Kasus Perundungan Anak, Dokter Ingatkan Pentingnya Pendekatan Psikologis Komprehensif

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Ilustrasi anak korban perundungan atau bullying. Foto: freepik

Kasus perundungan (bullying) yang melibatkan anak-anak beberapa waktu lalu, cukup menyita perhatian publik. Terlebih kasus ini sampai membuat korbannya meninggal dunia.

Menurut drg. Vitria Dewi, M.Si., Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Prof. dr. Moeljono, Menur, Surabaya, fenomena kekerasan di kalangan anak-anak ini makin mengkhawatirkan karena tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik korban, tetapi juga memicu trauma psikologis yang mendalam.

Vitria menerangkan, masalah kesehatan mental dan fenomena bullying tidak pernah dipicu oleh satu faktor tunggal. Menurutnya, setiap kali muncul kasus perundungan, ada interaksi kompleks dari berbagai faktor latar belakang yang membentuk perilaku anak.

​”Perundungan pada dasarnya terjadi karena adanya ketimpangan relasi, di mana satu pihak merasa lebih berkuasa dan pihak lainnya berada dalam posisi yang rentan atau dapat diinjak,” katanya kepada suarasurabaya.net pada Minggu (25/10/2026).

Dia menjelaskan, dalam beberapa kasus yang ditemui, pelaku perundungan sering kali justru merupakan korban perundungan di tempat atau waktu yang lain.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Minggu, 25 Oktober 2026
29o
Kurs