Sholihul mengingatkan seseorang dengan penurunan kesadaran tidak dipaksakan untuk minum dan perlu segera mendapat penanganan medis, termasuk pemberian cairan melalui infus serta pemantauan fungsi ginjal, hati, jantung, dan otak.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan terkait risiko heatstroke selama musim kemarau, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas dalam waktu lama di luar ruangan.
Dia mengatakan risiko tersebut juga dapat meningkat pada orang dengan gangguan sistem regulasi berkeringat, termasuk akibat penggunaan obat tertentu seperti antihistamin dan beta blocker.
Menurutnya, gejala akibat paparan panas dapat muncul secara bertahap. Pada kondisi ringan atau heat cramps, seseorang dapat mengalami rasa haus yang disertai keringat berlebihan dan kram otot.
Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi heat exhaustion atau kelelahan akibat panas yang ditandai peningkatan suhu tubuh, biasanya masih di bawah 40 derajat Celsius, nadi cepat tetapi lemah, pusing, sakit kepala, dan mual. Pada tahap ini, seseorang umumnya masih dalam kondisi sadar penuh.

NOW ON AIR SSFM 100

