Lagu “Niscaya” mengajak penonton bernyanyi bersama meski suhu di kawasan Bromo mulai turun semakin dingin. Bilal juga menyajikan lagu-lagunya dengan aransemen yang disesuaikan dengan karakter panggung Jazz Gunung.
Batavia Collective kemudian membawa perpaduan jazz, funk, dan musik elektronik. Kelompok tersebut tampil dengan pendekatan improvisasi tanpa terpaku pada susunan lagu yang kaku.
Nuansa musik tradisional hadir melalui Ring of Fire Project bersama Sri Hanuraga dan Simone Prattico. Kolaborasi tersebut memadukan jazz dengan unsur musik Nusantara serta eksplorasi ritme dari para musisi lintas negara.
Isyana Sarasvati menutup pertunjukan hari pertama dengan permainan piano dan eksplorasi musik yang megah. Penampilannya tetap energik meski suhu Bromo turun hingga di bawah 10 derajat Celsius.
Memasuki hari kedua, Littlefingers membuka pertunjukan dengan warna electronic jazz. Perpaduan instrumen jazz dan unsur elektronik menghangatkan suasana panggung sejak sore hari.

NOW ON AIR SSFM 100

