Bahkan, beberapa fag hasil rancangan AI menunjukkan kemampuan membunuh E. coli yang lebih baik dibandingkan phiX174, bakteriofag alami yang digunakan sebagai pembanding dalam penelitian.
Peneliti juga menguji campuran fag hasil rancangan AI terhadap galur E. coli yang telah memiliki resistensi terhadap phiX174. Hasil pengujian menunjukkan campuran tersebut tetap efektif dalam melawan bakteri yang resisten.
Temuan ini mengindikasikan kemungkinan penggunaan AI untuk merancang bakteriofag secara lebih terarah sesuai bakteri sasaran.
Jika dikembangkan lebih lanjut, pendekatan tersebut berpotensi mendukung terapi fag untuk menangani infeksi bakteri yang sulit diobati.
Meski demikian, kemampuan AI merancang genom virus secara mandiri juga memunculkan pertanyaan serius mengenai keamanan hayati.

NOW ON AIR SSFM 100

