Kemampuan fag untuk menyerang bakteri membuatnya menjadi salah satu kandidat dalam pengembangan terapi alternatif untuk menghadapi infeksi bakteri.
Dilansir dari Antara pada Sabtu (8/8/2026), tim peneliti awalnya menghasilkan dan menyaring ribuan rancangan urutan genetik. Dari proses tersebut, hampir 300 rancangan dipilih untuk diuji lebih lanjut.
Sebanyak 285 rancangan berhasil disintesis dan dirakit di dalam sel E. coli. Dari jumlah tersebut, 16 rancangan menghasilkan bakteriofag viabel yang mampu bereproduksi sekaligus membunuh bakteri dalam pengujian laboratorium.
Temuan tersebut menjadi bagian penting dari penelitian karena menunjukkan bahwa rancangan genom yang dihasilkan AI tidak berhenti pada simulasi komputasional.
Sebagian rancangan ternyata dapat diwujudkan menjadi fag yang hidup dan berfungsi dalam kondisi laboratorium.

NOW ON AIR SSFM 100

