Adi mengatakan, melestarikan kesenian tradisional di tengah perkembangan zaman bukan perkara mudah. Salah satu tantangannya adalah masih kurangnya minat generasi muda untuk mengenal dan mempelajari kesenian reog.
“Kalau di era modern ini sedikit sulit untuk mempromosikan kepada anak-anak muda. Tantangannya mungkin kurang peminatnya,” ujarnya.

Ia menilai, dukungan Pemerintah Kota Surabaya turut membantu komunitas-komunitas seni untuk tetap berkembang, salah satunya lewat pertunjukan di THR Surabaya akhir pekan ini.
Kendati demikian, ia mengatakan bahwa tetap perlu dorongan untuk menjaga kesenian tradisional reog. Menurutnya, langkah yang bisa dilakukan adalah pengenalan kesenian dilakukan sejak lingkungan sekolah.

NOW ON AIR SSFM 100

