Gedung Putih juga belum memberikan penjelasan apakah AI Force nantinya akan menjadi lembaga sipil atau memiliki struktur militer.
Trump juga mengatakan akan menunjuk pejabat yang disebutnya sebagai “AI Czar”. Ia belum menyebut nama maupun rincian tanggung jawab posisi tersebut.
“Untuk tujuan itu, dalam waktu dekat saya akan mengumumkan sosok ‘Czar’ AI — Hanya individu dengan IQ tinggi yang perlu melamar!” tulis Trump.
Rencana tersebut muncul ketika pemerintah dan industri teknologi AS tengah menghadapi perdebatan mengenai seberapa cepat pengembangan AI seharusnya dilakukan, dan sejauh mana pemerintah perlu menerapkan pengamanan atau regulasi tambahan.
Trump sebelumnya menolak seruan untuk memperketat pengawasan terhadap AI. Dalam pernyataan terbarunya, ia bahkan menyebut kekhawatiran mengenai upaya menghentikan atau menghancurkan AI sebagai bagian dari apa yang ia sebut sebagai “hoaks” politik yang dibuat oleh kelompok Demokrat.

NOW ON AIR SSFM 100

