Kamis, 6 Agustus 2026

Presiden Tak Tanggapi Maraknya Isu Reshufflle

Laporan oleh Jose Asmanu
Bagikan

Isu perombakan kabinet yang hampir setiap hari menjadi berita di media massa merupakan manuver elit politik untuk menggoda presiden.

“Siapa tahu menuvernya itu berhasil dan memperoleh jatah Menteri atau ditempatkan pada posisi yang menggiurkan ini,” kata KH Hasyim Muzadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Jakarta, Kamis (7/1/2016) malam.

Dalam pengamatanya selama ini, isu reshuffle kabinet ramai lagi setelah Partai Amanat Nasional (PAN) merapat ke koalisi pendukung pemerintah.

Meskipun ketua umumnya Zulkifli Hasan mengatakan, PAN tidak minta jabatan Menteri tapi kader yang lain terus bermanuver. Perumpamaannya menembak dengan meminjam tangan orang lain.

Beberapa kali bertemu Presiden termasuk pertemuan pada Kamis (7/1/2016) Presiden tidak pernah menyinggung soal reshuffle kabinet.

Oleh anggota Watimpres, Jokowi diminta berhati-hati dengan maraknya isu perombakan kabinet.

Selaku pemegang hak prerogatif diingatkan jangan sampai terperdaya menuver politik berlabel reshuffle.

“Karena kabinet yang ada sekarang secara personal cukup baik hanya koordinasinya yang buruk, berjalan sendiri-sendiri,” kata Hasyim Muzadi.

Kekuatan personal itu perlu dukungan koordinasi agar energi tidak habis di jalan.

Sementara itu, Siti Zuhro peneliti dan pengamat politik Lipi mengatakan, kalau benar isu reshufflle ini mainan PAN berarti tidak ikhlas bergabung dengan pemerintah. Ini bisa berakibat buruk pada PAN ke depan. (jos/dwi)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 6 Agustus 2026
27o
Kurs