Jumat, 16 Oktober 2026

Agrobisnis Jadi Andalan Pemprop Jawa Timur

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Sektor agrobisnis menjadi andalan Propinsi Jawa Timur. Konsepnya akan di-launching Januari 2008 dan Perda ditargetkan selesai sebelum Gubernur Jawa Timur yang baru terpilih atau pertengahan 2008.

Ini disampaikan Ir HADI PRASETYO Kepala Bappeprop Jawa Timur usai menjadi key note speech “Indonesia and East Java Outlook 2008”, Rabu (19/12), di Hotel Shangri-La.

Pada suarasurabaya.net, HADI mengatakan, dipilihnya sektor agrobisnis jadi andalan karena selama ini kontribusi terbesar stok pangan ke nasional berasal dari Jawa Timur. Misalnya, kontribusi beras 2,5 juta ton dan gula sebesar 47%. Berikut penjelasan HADI, {clip*1} .

Sektor agrobisnis ini yang digarap tidak hanya primernya saja tapi juga dari sisi industri dan bidang jasanya. Meski demikian sektor lainnya, seperti industri kimia, tidak akan diabaikan.

HADI mengakui memang lahan pertanian di Jawa Timur makin sempit. Untuk itu, sudah ada SK Gubernur yang melarang adanya konversi lahan pertanian. Dan Pemprop Jawa Timur tidak akan mengijinkan perubahan irigasi teknis dan non teknis.

Selain itu, Pemprop Jawa Timur akan memberikan insentif bagi pemilik lahan pertanian yang mempertahankan fungsinya. Bentuk insentif itu bisa berupa insentif finansial atau insentif fasilitas.

“Kalau di Belanda, orang punya lahan pertanian, hampir bebas pajak. Tapi begitu dijual terkena pajak 90%. Dengan demikian, dia tidak berani menjual lahannya. Contohnya seperti itu. Hanya saja kewenangan mengatur ini masih jadi kewenangan pusat, tapi kita mencoba justifikasi di tingkat praktis yang paling mungkin. Untuk itu harus ada perubahan mendasar di segi peraturan,”pungkasnya. (tin)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
30o
Kurs