Kebijakan kenaikan BBM untuk industri menambah lesunya jasa transportasi di Jawa Timur.
HM MUSTOFA Ketua Organda Jawa Timur pada RULLY reporter Suara Surabaya, Selasa (11/12), mengungkapkan kembang kempisnya sektor transportasi di Jawa Timur bergantung pada ekonomi makro. Diantaranya, faktor kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Dengan tren kenaikan harga BBM yang sudah dimulai dengan kenaikan BBM untuk industri maka pelaku usaha transportasi semakin sangsi dengan prospek 2008. MUSTOFA menilai dari tahun ke tahun jumlah penumpang angkutan umum makin turun karena lesunya ekonomi, begitu juga di 2008.
Kata MUSTOFA, di 2008 separuh armada di Jawa Timur terutama bus masih akan dikandangkan akibat sepinya penumpang. Pelaku jasa angkutan menunggu terobosan pemenrintah dalam usaha makro maupun mikro di sektor transportasi. Ke depan perlu ada pembatasan kendaraan pribadi untuk mendorong pemanfaatan kendaraan umum. (bir/tin)
NOW ON AIR SSFM 100

