Kebijakan kenaikan BBM untuk industri di awal Desember diindikasikan menjadi awal beratnya dunia usaha di tahun mendatang.
RUDIANSYAH Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya mengatakan, menyambut pergantian tahun dunia usaha di Surabaya tidak juga melihat ada sinyal positif.
RULLY ANWAR reporter Suara Surabaya melaporkan (09/12), dengan kebijakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk industri di awal Desember 2007 juga rencana kebijakan ikutan kenaikan BBM untuk konsumsi pribadi. Harga barang-barang di Surabaya diindikasikan meroket. Akibatnya beban biaya produksi juga ikut kemudian terseret.
Pelaku usaha melihat kondisi ini tidak menggembirakan. Sehingga di tahun 2008 dinilai akan makin berat untuk dunia usaha. Dalam kondisi ini pelaku usaha tidak akan dibiarkan sendirian.{clip*1}
RUDIANSYAH mengatakan Pemerintah perlu serius membantu dunia usaha menciptakan iklim kondusif, bukan malah mendorong menciptakan beban baru di saat persaingan global makin berat dengan masuknya barang-barang impor yang harganya murah maka beban kenaikan BBM perlu dihindarkan.
Menurut RUDIANSYAH masalah dunia usaha juga masalah pemerintah bila masalah dunia usaha tidak segera ditangani maka akan muncul gejolak-gejolak sosial. Seperti melesunya dunia usaha yang bisa meningkatkan penggangguran.(bir/edy)
NOW ON AIR SSFM 100

