Pelaksanaan Nasional Single Window (NSW) tahap pertama diujicobakan di Kantor Ditjen Bea Cukai Rawamangun Jakarta, Senin (19/11), pukul 09.30 WIB. Pelaksanaan dilakukan secara live pengoperasian impor makanan, minuman dan obat-obatan yang melibatkan 11 importir jalur prioritas.
Kesebelas importir tersebut PT Nestle Indonesia, PT Unilever, PT Multi Bintang, PT Nutrifood Indonesia, PT Arnots Indonesia, PT Lautan Luas, PT Kalbe Farma, PT Indokemika, PT Cognis Indonesia dan PT Essence Indonesia.
EDY PUTRA IRAWADY Sekretaris Tim Nasional Persiapan NSW saat dihubungi suarasurabaya.net, mengatakan, dalam tahap pertama ini akan mencoba sistem NSW untuk mendapatkan Surat Persetujuan Pengeluaran Barang (SPPB) hanya dalam waktu 30 menit di Pelabuhan Tanjung Priok.
Dalam tahap pertama memang hanya melibatkan 11 importir dari 99 importir jalur prioritas. “Dipilihnya Tanjung Priok karena 70% kegiatan ekspor impor terpusat di sini. Sedangkan jumlah pelabuhan terbuka internasional yang ada di Indonesia ada 123 pelabuhan. Dengan tahap pertama ini berarti pembangunan NSW selesai 80%,”ujarnya.
Bagi 11 importir yang mengikuti tahap pertama tersebut, kata EDY yang juga Deputi Menko Perekonomian Bidang Koordinasi Industri, Perdagangan, Pariwisata dan UMKM, bisa memberikan kritik maupun saran setelah ujicoba ke help desk call center. Sedangkan importir lainnya, untuk mendapatkan informasi sistem NSW dan pelaksanaannya bisa melalui homepage NSW (www.nsw.or.id) sebagai media komunikasi publik dalam pembangunan NSW.
Setelah tahap pertama ini, ungkap EDY, pelaksanaan NSW akan dilaunching di Pelabuhan Tanjung Priok pada akhir Desember 2007. Sementara untuk pelaksanaan NSW secara nasional direncanakan April 2008 di 5 pelabuhan yakni Surabaya, Semarang, Medan, Lampung dan Balikpapan. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

