JUSUF KALLA Wakil Presiden (Wapres) menilai pelabuhan di Indonesia boros dan hanya berorientasi proyek. Penilaian itu disampaikan saat JUSUF KALLA sidak di Pelabuhan Tanjung Perak dan Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Minggu (28/10) sore.
Dilaporkan RANGGA reporter Suara Surabaya, Wapres menegaskan, setiap kali dia sidak ke pelabuhan pasti orientasi pelabuhan hanya proyek dan proyek. Seperti di Pelabuhan Makassar ada pembangunan di pelabuhan senilai Rp 7 trilyun. Termasuk di Pelabuhan Perak yang juga punya proyek pembangunan dermaga baru.
Menurut JUSUF, sekarang ini jamannya kontainer di pelabuhan dimana bongkar muat kontainer naik dan general cargo yang sifatnya non kontainer justru turun. Untuk itu, harus ada efisiensi dari pelabuhan-pelabuhan di Indonesia. Apalagi biaya pembangunan di pelabuhan pasti bernilai mahal luar biasa. Berikut penjelasan JUSUF KALLA, {clip*1}.
Selain itu, JUSUF sedang melihat kemungkinan supaya pelabuhan besar tidak lagi mengemis dana APBN. Pelabuhan besar seperti Tanjung Priok Jakarta, misalnya. Dengan fasilitas, akses, luas daerah dan cakupan kerjanya seharusnya bisa mandiri dan menghidupi sendiri tanpa minta bantuan dana pemerintah. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

